Abqaiq, Gontornews — Sebuah pesawat tanpa awak (Drone) telah menabrak dua fasilitas minyak Saudi Aramco, Sabtu (14/9) dini hari. Akibatnya terjadi kebakaran di dua fasilitas minyak utama di wilayah Abqaiq dan Khura.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam siaran pers mengatakan, kebakaran di pabrik pemrosesan minyak terbesar di dunia saat ini telah terkendali.
“Kejadian itu terjadi pada pukul 4.00 pagi (01:00 GMT), tim keamanan industri Aramco mulai menangani kebakaran di dua fasilitasnya di Abqaiq dan Khura yang diakibatkan oleh drone,” katanya.
Kementerian sendiri tidak mengidentifikasi sumber serangan itu dan mengatakan penyelidikan sedang berlangsung. Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Sementara itu, Saluran berita satelit TV Houthis ‘Masirah TV juga tidak segera mengakui serangan pesawat tak berawak yang terjadi hari ini.
Saudi Aramco merupakan fasilitas pemrosesan minyak Abqaiq, sekitar 60 kilometer (37 mil) barat daya Dhahran di Provinsi Timur kerajaan, yang juga merupakan pabrik stabilisasi minyak mentah terbesar di dunia.
Fasilitas ini mengolah minyak mentah menjadi minyak mentah manis, kemudian diangkut ke titik transhipment di Teluk dan Laut Merah. Diperkirakan pabrik itu dapat memproses hingga tujuh juta barel minyak mentah per hari.
Tahun 2006 lalu, Pabrik itu juga telah menjadi sasaran. Pelaku bom bunuh diri yang diklaim al-Qaeda mencoba melakukan serangan tetapi gagal menyerang kompleks minyak.
Kompleks Khurais terletak sekitar 160 km (99 mil) dari ibu kota, Riyadh. Diperkirakan cadangan minyak lebih dari 20 miliar barel.
Kejadian tersebut tidak langsung berdampak pada harga minyak global karena pasar ditutup untuk akhir pekan di seluruh dunia. Benchmark, minyak mentah Brent diperdagangkan di atas $ 60 per barel.[Devi Lusianawati]






















