Kuala Lumpur, Gontornews — Pendakwah asal Mumbay, Dr Zakir Naik (DZN), mengucapkan permintaan maaf kepada publik Malaysia terkait pernyataannya yang dianggap mengobarkan ujaran kebencian kepada kelompok minoritas Cina di Malaysia serta orang Malaysia yang beragama Hindu. DZN menegaskan jika ia bukanlah sosok yang rasial.
“Saya selalu menjadi orang yang damai karena itulah yang diperjuangkan oleh Alqur’an. Ini adalah misi saya untuk menyebarkan perdamaian ke seluruh dunia. Sayangnya, saya menghadapi para penghina yang mencoba mencegah saya menjalankan misi saya,” kata DZN dalam pernyataan permintaan maafnya kepada masyarakat Malaysia, Selasa (20/8), sebagaimana dilansir Malaysia Kini.
“Seperti yang pasti anda perhatikan selama beberapa hari terakhir, saya dituduh sebagai pemicu perselisihan rasial di negara ini dan para penghina saya menggunakan kalimat-kalimat terpilih yang diambil dari luar konteks dan menambahkan hal-hal palsu yang aneh ke damalnya,” tambah DZN.
Sebelumnya, DZN dipreiksa lebih dari 10 jam oleh kepolisian Bukit Aman hingga tengah malam atas laporan ceramah ujaran kebencian yang dialamatkan kepadanya. Dalam ceramah tersebut, DZN mengatakan meminta kepada orang Cina di Malaysia untuk keluar dari Malaysia terlebih dahulu sebelum memintanya untuk kembali ke Mumbai.
Tidak hanya itu, DZN juga menyarankan agar orang-orang Malaysia beragama Hindu lebih baik mendukung Perdana Menteri India, Narendra Modi, ketimbang Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad.
Lebih lanjut, DZN mengatakan bahwa ia merasa sedih karena, dalam episode tersebut, ia mendapatkan tuduhan rasis dari kalangan non muslim. Guna menyangkal tuduhan tersebut, Ia menyebut bahwa dalam Islam tidak pernah mengajarkan perbedaan antara Arab dan non Arab ataupun mereka yang berkulit putih dengan orang kulit hitam.
“Tidak ada orang Arab yang lebih unggul dari pada orang non Arab. Begitu juga orang kulit putih tidak lebih unggul daripada orang kulit hitam. Pun orang kulit hitam tidak lebih baik dari orang kulit putih,”
“Aku merasa harus minta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati karena kesalahpahaman ini,”
“Aku tidak ingin ada di antar kalian yang menyimpan perasaan buruk terhadapku. Bukan niatku untuk membuat marah individu atau komunitas,”
“Tuduhan rasial bertentangan dengan prinsip dasar Islam dan saya ingin menyampaikan permintaan maaf setulus hati atas kesalahpahaman ini,” pungkas DZN. [Mohamad Deny Irawan]




















