Islamabad, Gontornews — Pemerintah Pakistan menuduh India telah mengobarkan perang generasi kelima, Senin (19/8) waktu setempat. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Otoritas Pengembangan Air dan Tenaga (Water and Power Development Authority/WPDA) Pakistan, Muzammil Husain.
“Mereka (India) mencoba mengisolasi kami secara diplomatik. Mereka mencoba untuk mencekik ekonomi. Mereka mencoba untuk mencekik kami dengan sumber daya air, yang secara otomatis, berdampak pada ekonomi, pertaian dan irigasi anda,” kata Muzammil Husain sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, Islamabad menemukan kenaikan aliran air secara tidak terduga di Sungai Sutej yang mengalir dari India menuju Pakistan. Pakistan menduga bahwa hal tersebut dilakukan oleh India untuk melanggar kesepakatan antar kedua negara tetangga tersebut.
Lebih lanjut, Muzammil menjelaskan jika India telah menggunakan posisinya sebagai ‘pemilik hulu’ untuk mengobarkan perang ‘generasi kelima’ di antara kedua negara. Akibatnya, Otoritas darurat Pakistan tengah mempersiapkan banjir kecil demi mengantisipasi kenaikan aliran air yang tidak terduga.
“India tidak mengkomuniasikan tentang (langkah antisipasi akibat) pelepasan air ini kepada Pakistan,” jelas kepala otoritas manajemen bencana Punjab, Khurram Shahzed.
Terkait tuduhan tersebut, Kementerian Air serta Kementerian Luar Negeri India menolak untuk memberi komentar. Namun, seorang pejabat pemerintah India mengatakan bahwa India akrab dengan uji coba pelepasan air selama musim hujan. Jumlah debit air yang masuk kealiran Sungai Sutej tidak melanggar perjanjian antar kedua negara karena jumlahnya yang tidak banyak.
Berdasarkan perjanjian Air Indus, Bank Dunia membagi Sungai Indus di India menjadi beberapa anak sungai yang 80 persen penggunaannya dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian di Pakistan.
Hussain menuduh Perdana Menteri India, Narendra Modi, sempat mengancam untuk menghentikan air ke Pakistan. “Dia tidak peduli tentang perjanjian tersebut,” ujar Muzammil Husain. [Mohamad Deny Irawan]


















