Jakarta, Gontornews– Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta, pada Jumat (9/8/2019).
Dalam keterangan tertulis yang diterima Gontornews dari Humas Institut Tazkia dijelaskan bahwa Rektor Institut Tazkia, Murniati Mukhlisin mengikuti acara tersebut, karena pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris.
Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara.
Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan Australia. Namun kemudian Murniati memutuskan pulang ke tanah air pada tahun 2017 untuk kembali mengembangkan Kampus Tazkia yang memang sudah diasuhnya sejak awak pendirian kampus tersebut.
Dia bersama pakar keuangan dan bisnis syariah lainnya yaitu Muhammad Syafii Antonio, Ade Ruhyana, Agus Haryadi, Mukhamad Yasid dan Mirna Rafki turut membesarkan kampus yang tadinya hanya 25 mahasiswa, saat ini Tazkia telah meluluskan 2259 orang dan memiliki 2003 mahasiswa aktif di bidang ekonomi, bisnis, hukum dan pendidikan syariah.
Murniati menyampaikan bahwa dia banyak belajar dari kampus University of Glasgow tempat dimana dia menyelesaikan S3 di bidang Akuntansi Syariah, tentang bagaimana proses pembelajaran yang sangat sistematis dan juga University of Essex dimana dia sempat menjadi dosen dan peneliti tentang pengembangan kurikulum, kedisiplinan dalam mengajar, menjalankan riset dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
Pengalaman itulah yang kemudian dia bagi di Kampus Tazkia dan di berbagai kesempatan di kampus lain. Murniati mengikuti program 5000 Doktor yang dikelola oleh Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia dan lulus doktor kurang dari tiga tahun.
Dia pun berharap semoga kelak akan semakin banyak dosen – dosen muda yang disekolahkan ke luar negeri dan menimba pengalaman riset di sana yang kemudian dibawa ke Indonesia untuk membantu memperbaiki sistem pendidikan di tanah air. []






















