Dhaka, Gontornews – Pemerintah Bangladesh dan badan PBB untuk urusan pengungsi (United Nations High Comissioner for Refugees/UNHCR) tengah bekerjasama untuk menentukan apakah 3000 orang pengungsi Rohingya akan menerima tawaran untuk menjalani repatriasi ke Myanmar.
Menurut rencana, Bangladesh dan Myanmar bersepakat untuk melakukan repatriasi pengungsi Rohingya pada 22 Agustus 2019 mendatang. Keduanya juga bersepakat ada sekitar 3.450 pengungsi Rohingya yang akan dipulangkan pada periode tersebut. Meski demikian, Bangladesh tidak akan memaksa pengungsi Rohingya untuk kembali ke Myanmar jika mereka tidak ingin kembali ke negara asalnya.
“Ini akan menjadi latihan bersama yang dipimpin oleh UNHCR,” kata Abul Kalam, Komisioner Pengungsi dan Pemulihan Repatriasi (Bangladesh’s Refugee Relief and Repatriation Comissioner/BR2C), sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, Juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, menjelaskan bahwa 3.450 dari total 22.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh siap kembali ke Myanmar pada 22 Agustus 2019 mendatang.
“Kami telah bernegosiasi dengan Bangladesh untuk menerima 3.540 orang pengungsi ini pada 22 Agustus,” kata Zaw Htay, dalam konferensi persnya di Naypyitaw, Jumat (16/8).
Zaw Htay menjelaskan bahwa mereka juga telah mengonfirmasi 3.540 pengungsi Rohingya apakah mereka terlibat dengan serangan terhadap pasukan militer Myanmar atau tidak. Sejauh ini, Myanmar menuduh kelompok The Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) sebagai dalang dibalik bentrokan bersenjata di Rakhine pada tahun 2017 silam.
Beberapa waktu sebelumnya, upaya untuk merepatriasi pengungsi Rohingya gagal setelah para pengungsi menolak untuk kembali ke Myanmar. Para pengungsi menolak karena merasa tuntutan mereka untuk mendapatkan porsi keamanan yang layak serta, yang terpenting, status kewarganegaraan Myanmar tidak disetujui oleh Pemerintah. Pemerintah Myanmar keukeuh ingin menjadikan etnis Rohingya sebagai warga negara asing. Padahal sejak lama, etnis Rohingya telah ada di Myanmar. [Mohamad Deny Irawan]




























