Tunis, Gontornews — Lembaga survei Tunisia merilis kemenangan Partai Islam Ennahda di Tunisia, Ahad (6/10). Survei yang dilakukan oleh lembaga Sigma Conseil tersebut menyebut bahwa partai Ennahda meraih suara 17,5 persen atau unggul dari pesaingnya, partai Heart of Tunisia, yang meraih 15,6 persen suara.
Pemilihan parlemen tahun ini menjadi pemilihan parlemen ketiga sejak revolusi Tunisia pada tahun 2011 silam. Namun, angka partisipasi warga Tunisia dalam pemilhan parlemen kali ini hanya 41 persen saja.
“Setelah revolusi, kami semua optimis dan harapan kami tinggi. Tetapi, harapan tersebut menurun drastis sebagai akibat dari kinerja buruk para penguasa dan mantan anggota parlemen,” kata seorang pekerja di kota Tunis, Basma Zoghbi, sebagaimana dilansir Reuters.
Sejumlah pendukung partai Ennahda turun di jalan serta membunyikan klakson tanda kemenangan mereka dalam pemilihan parlemen kali ini. Selain itu, Pemimpin Partai Ennahda Rached Ghannouchi juga melakukan pidato kemenangan partainya di sebuah rapat umum.
Ghannouchi sendiri merupakan mantan tahanan politik dan sempat diasingkan pasca revolusi Tunisia 2011 silam. Melalui kemenangan tersebut, Ghannouchi berharap untuk menjadi anggota parlemen untuk mengutarakan pendapatnya melalui kursi parlemen.
Melaui pemlihan tersebut, Ennahda akan memperoleh 40 kursi atau membutuhkan 109 kursi tambahan untuk menguasai suara mayoritas di parlemen. Padahal, dalam pemilu parlemen 2014, Ennahda memperoleh 27,8 persen atau 69 kursi parlemen. [Mohamad Deny Irawan]






















