Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan jika pihaknya akan mendirikan zona aman di Suriah Utara tanpa melibatkan Amerika Serikat. Hal itu disampaikan lantaran batas waktu yang telah ditentukan Turki untuk AS telah berakhir.
Dalam sebuah upacara pembukaan parlemen di Ankara, Erdogan menjelaskan, batas waktu yang telah ditetapkan itu berakhir akhir September kemarin. Namun hingga saat ini, belum ada respon dari AS mengenai penetapan zona aman di Suriah.
“Kami belum mencapai hasil apa pun yang kami inginkan di timur Sungai Eufrat. Turki tidak bisa kehilangan satu hari pun dalam masalah ini. Tidak ada pilihan lain selain bertindak sendiri,” kata Erdogan seperti yang dikutip Aljazeera.
Sebelumnya, Ankara dan sekutu NATO, Washington telah sepakat untuk membangun zona sepanjang 480 km (300 mil) dari perbatasan yang Turki inginkan yaitu sedalam 30 km (19 mil).
Hal itu diinginkan Turki sebagai upaya untuk mengembalikan kehidupan para pengungsi Suriah untuk ditetapkan di daerah yang nantinya akan bersih dari kelompok Kurdi Suriah, yang dianggap Turki sebagai organisasi teroris.
“Kami berencana untuk menenangkan dua juta orang di zona aman yang akan kami bangun. Kami menghitung biayanya dan kami akan melakukan upaya untuk meningkatkannya, ” tambahnya.
Untuk itu lanjut Erdogan, pihaknya nanti juga akan segera mengambil langkah-langkah setelah wilayah yang ditetapkan sebagai zona aman itu telah dibersihkan dari invasi teror.
Sejak setuju untuk mengatur zona di Suriah Utara, Turki telah berulang kali memperingatkan akan melakukan tindakan militer sepihak jika upaya tidak memenuhi harapan.
“Kami tidak akan mentolerir upaya apa pun oleh AS untuk menghentikan proses ini, ” tegasnya.[Devi Lusianawati]





















