10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Wednesday, 22 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Peran Guru dalam Proses Pendidikan

Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, Pakar Pendidikan Asal Malaysia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
1 October 2019
in Wawancara
1
Peran Guru dalam Proses Pendidikan

foto: insists

Dekadensi moral makin tampak pada zaman modern ini. Di antaranya karena pandangan alam di zaman modern ini cenderung berbasis pada paham sekular. Pakar pendidikan asal Malaysia, Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, dan Penyandang Kerusi Pemikiran Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas di Raja Zarith Sofiah Center for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization (RZS CASIS), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kampus Kuala Lumpur, mengajak semua kaum Muslimin untuk kembali memahami worldview Islam yang komprehensif serta sistem pemikiran dan peradabannya, dan mengamalkannya dengan bijak.

Menurut pakar dan pegiat Islamisasi Ilmu (Kontemporer) dari Malaysia, Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, pandangan alam umat Islam pada masa pramodern secara umum masih kental Islami. Namun setelah memasuki zaman modern, umat Islam mulai terdedah pada pandangan alam yang dominan terhadap Barat. Terkait hal ini wartawan Majalah Gontor, Muhammad Khaerul Muttaqien, berkesempatan berbincang dengan Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, seputar pandangan alam umat Islam dan peran guru dalam kemajuan suatu bangsa. Berikut petikan wawancaranya:

Apa perbedaan mendasar pandangan alam pendidikan umat Islam pada masa pramodern dan sekarang ini?

Secara umum pandangan alam umat Islam pada zaman pramodern masih kental Islami terutama dari segi kenapa menuntut ilmu, adab pada guru, adab pada tradisi, kandungan pendidikan dan sebagainya. Walaupun dalam pandangan alam, mereka ada yang menuntut ilmu karena mau kehormatan, mau kekayaan duniawi, tapi itu hanyalah merupakan tujuan pribadi bukan institusi. Kemudian sedikit demi sedikit wacana filsafat etos pendidikan umat Islam semakin diperankan dalam tujuan-tujuan keduniawian walaupun dalam pernyataan formal masih disebut tujuan duniawi dan tujuan ukhrowi juga. Tapi secara nonformal karena tekanan publik untuk mencari pekerjaan, dan tekanan pemerintah yang meletakkan pendidikan sebagai alat kestabilan politik dan kemajuan ekonomi, tekanan duniawi itu lebih mendominasi walaupun dalam bidang keislaman. Sekarang makin parahlah. Pandangan alam di zaman modern ini cenderung berbasis pada paham sekular yang lebih sempit, yakni mengikut perspektif manajemen kapitalis neoliberal yang mengarisbawahi keuntungan keuangan. Pendidikan dijadikan sebagai wasilah terpenting untuk kemajuan duniawi. Saya memperhatikan bahwa sistem pendidikan Islam juga tertekan dengan hal-hal itu. Mereka ditekan untuk mengikuti tren sistem pendidikan sekular, terutama di perguruan tinggi.

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Pertama, karena negara-negara Islam dijajah secara langsung ataupun tidak langsung seperti di Afrika Utara oleh Prancis, di Timur Tengah seperti Mesir oleh Prancis dan Inggris. Irak, Syiria, India, Pakistan, Malaysia, Brunei oleh Inggris, Kamboja oleh Prancis, Indonesia oleh Belanda. Kedua, karena penjajahlah kemudian banyak dari worldview Barat mendominasi pendidikan umat Islam. Pandangan alam pendidikan umat Islam, dipecah pada pendidikan umat Islam di bidang yang dianggap agama dan pendidikan umat Islam dalam bidang yang dianggap bukan agama yang ditadbiri oleh penjajah dan orang-orang yang mengikuti penjajah. Semakin lama semakin besar pengaruh pendidikan Barat masuk ke dalam sistem pendidikan umat Islam, walaupun sudah merdeka. Sebab para pemimpin umat Islam setelah merdeka banyak dilatih dari Barat, baik secara langsung maupun tidak langsung dan mendominasi.

Ketiga, karena pandangan alam dan tujuan pendidikan umat Islam di sistem pendidikan penjajah keseluruhannya sekular, yakni yang dualistis memisahkan agama dari non-agama, dunia dari akhirat, akal dari wahyu, ruh dan jasad, dan yang menafikan nilai dan kebenaran yang permanen. Semua nilai dan kebenaran harus berubah mengikut perubahan sejarah, sains, gender dan kepentingan. Walaupun di kalangan individu pelajar berbeda ada yang belajar untuk dunia akhirat tapi secara formalnya untuk dunia semata-mata. Walaupun dalam sistem pendidikan Barat sekalipun waktu itu diberikan ruang juga untuk umat Islam belajar Islam yang mungkin di luar sistem formal tapi tidak dikuliahkan.

Apa peran penting guru pada masa pramodern?

Di zaman pramodern guru merupakan sumber ilmu dan sumber akhlak yang paling tinggi dan mempunyai kebebasan mengajar dan mendidik pelajarnya termasuk menghukum jika perlu. Tapi sejak worldview Barat dominan, baik dalam pendidikan yang dianggap bukan agama maupun dalam pendidikan yang agama, peranan guru semakin berkurang . Dan di tahun 1960 ke atas ini, guru hanya dianggap sebagai fasilitator untuk mendapatkan informasi, kemahiran yang diperlukan dan lulus pepereksaan, bukan untuk tujuan mencapai ilmu yang sebenarnya. Apalagi di akhir-akhir ini dengan adanya social media, internet dan lain sebagainya, peranan guru semakin kecil. Sering ribut lagi. Peranan guru yang begitu penting dalam penerapan worldview, hal ilmu dan akhlak, di awal zaman modern dibataskan hanya pada penyampaian ilmu tapi bukan pada pembenahan akhlak. Jadi peranan guru sebagai pendidik dalam konteks yang sungguh-sungguh semakin berkurang dan ini kita harus memberikan perhatian. Sebab akhirnya guru hanya sebagai instrumen saja. Guru tidak diberikan lagi peranan untuk mengevaluasi pelajar bahkan guru memarahi murid bisa kena masalah besar. Malah guru, kalau di Barat, tidak diberi hak untuk mengkritik nilai yang salah yang dilakukan oleh muridnya sendiri. Hanya boleh mengajak murid memahami nilai murid itu sendiri (value clarification). Ini bukan ajaran Islam, ini ajaran sekolah-sekolah biasa. Sedikit banyak hal-hal ini sudah masuk ke dalam sistem pendidikan umat Islam. Karena itu peranan guru yang dulunya kental sebagai sumber ilmu, sumber akhlak, dan sebagainya, perannya tidak boleh dipisahkan.

Lalu bolehkah kita belajar tanpa guru?

Dalam skema sekarang ini, guru perannya hanya dibatasi sebagai fasilitator atau untuk mendapat informasi, kemahiran dan lulus pereksa semata-mata, dengan social media dan internet yang semakin marak itu tendensinya semakin terlihat bahwa guru kurang mendapatkan perhatian dan kadang-kadang guru tidak secepat pelajar dalam memperoleh data-data baru. Karena itu para pemimpin pendidikan Islam harus paham tren baru ini. Menggunakan teknologi seperti internet untuk belajar itu perlu. Kalau dulu di sekolah-sekolah kita, selain guru juga ada buku teks dan papan tulis. Akan tetapi teknologi akan terus berkembang jadi perlu digunakan, tapi harus digunakan dengan frame work dan metode pendidikan Islam yang utuh, jangan sebagai pengganti, jangan sebagai perusak.

Ini perlu penyiapan agar guru yang lebih komprehensif dan canggih secara worlview, akhlak dan pengetahuan, sebab guru kadang tidak tahu dan tidak bisa menilai sumber-sumber itu padahal data-datanya keliru dan banyak anak muda tertarik dengan skema yang disajikan media sosial. Guru harus dipilih dari lulusan terbaik dan diberikan gaji terbaik sebab tugasnya yang komprehensif dan penting bagi kejayaan duniawi dan ukhrawi individu dan bagi kemajuan bangsa. Dalam konteks dunia hari ini di mana ibu bapak sangat sibuk bekerja, peranan guru menjadi lebih krusial.

Apakah sanad itu penting? Mengapa?

Sebagai suatu sumber itu sangat penting. Sebab terlalu banyak konten-konten berasal dari sumber-sumber yang dicurigai. Tampaknya Islami, menarik, tapi ditafsirkan dengan cara yang mengelirukan dan mereka yang menyajikanpun memiliki kualifikasi yang unggul mulai dari master hingga profesor tapi kita tidak tahu dari mana mereka dapat.

Kriteria guru yang seperti apa yang harus dicari?

Kalau di peringkat sekolah dasar, penguasaan skill technical tidak begitu penting. Sebab anak-anak sekolah dasar itu baru belajar membaca, menulis, menghitung, beradab dan berakhlak mulia. Begitu dewasa, SMP, SMA dan S1 ke atas akan semakin banyak tantangan. Sehingga persiapan guru-guru dalam dasar pendidikan umat Islam, bukan saja bidang agama, bidang sains juga penting sekali. Selain itu program deislamisasi, liberalisasi dan sekularisasi bukan di peringkat SD dan SMP, tapi di tingkat SMA ke atas. Orang menjadi murtad, orang menjadi kafir, orang menjadi radikal bukan di peringkat SD dan SMP, tapi di tingkat SMA ke atas. Itu tantangan yang paling besar. Karena itu guru di tingkat SMA ke atas bukan saja harus memahami tentang bidang agama saja tapi harus juga memahami pola-pola pemikiran besar atau tren-tren filsafat, liberalisasi dan sekularisasi yang merusak agama-agama. Karena itu guru SMA ke atas perlu dilatih secara komprehensif agar bukan saja memahami Islam tapi juga memahami filsafat-filsafat yang di luar Islam yang telah memiliki dampak besar kepada worldview agama-agama lain termasuk etika dan tatakrama itu juga.

Dari mana kita bisa mengetahui bahwa guru yang kita cari sesuai harapan?

Seperti pernah diamalkan di pesentren tradisi dan di Gontor. Menilai manusia tidak mudah. Calon guru bukan saja harus terbukti keilmuannya tetapi komited pada worldview Islam dan sistem pemikiran, adab, akhlak, syariat serta peradabannya, dan memahami tren-tren kontemporer. Sehingga perlu interview hingga pengamatan. Itulah manusia. Selain itu institusi pendidikan juga perlu mendidik, membudayakan ilmu yang lengkap. Bukan hanya guru saja, administratornya dan lainnya juga perlu dididik.

Bagaimana seharusnya adab guru terhadap murid?

Guru harus melayani muridnya sebagai anaknya sendiri, dengan kasih sayang, dan ketegasan. Harus menyemai semua nilai-nilai mulia dan memperhatikan sifat-sifat dan sikap serta perbuatan-perbuatan yang tidak baik lalu dinasihati dan diperbaiki; jika yang baik, diberikan pengiktirafan, pujian dan dokongan untuk mencapai yang lebih baik lagi. Guru harus mendedahkan pelajar dengan contoh-contoh ulama dan umara serta tokoh-tokoh Islam yang lampau dan kontemporer, yang berjasa, melihat sifat-sifat pribadi dan sumbangan mereka. Malah dari tokoh-tokoh yang non-muslim juga boleh diperolehi pengajaran yang positif. Guru-guru harus menyemai sifat-sifat keikhlasan dan perjuangan kebaktian untuk agama dan bangsa dan umat manusia bukan untuk sukses pribadi, mendapat jabatan tinggi dan terpandang.

Adab murid terhadap guru yang baik itu seperti apa?

Murid harus menyayangi dan meghormati gurunya lebih dari ibu bapaknya sendiri; harus mencoba memahami setiap pendapat gurunya, sebab-sebabnya kenapa guru punya paham-paham seperti itu. Kalaulah tidak paham dia boleh berbeda. Tapi jarang kalau murid lebih paham dari gurunya. Tugas murid, untuk tingkat SD, SMP, SMA, bukan untuk berbeda pendapat. Tapi setelah mencapai tingkat S1, S2, S3 mereka mempunyai latar belakang ilmiah yang memungkinkan bisa menilai gurunya. Kalaupun tahu kekeliruan gurunya selagi tidak fundamental diperbolehkan untuk bertanya. Namun jika berbeda secara fundamental, berbeda boleh, dan boleh tidak mengikuti pemikirannya. Contohnya seperti Abu Hasan Al-Asy’ari yang ketika itu berumur 30 tahun ke atas, bermufaraqah dengan Al-Juba’i, tokoh besar Mu’tazilah yang sekaligus guru Abu Hasan Al-Asy’ari. Abu Hasan Al-Asy’ari bermufaraqah dengan gurunya karena tidak puas dengan gurunya, Al-Jubai dalam menjawab pertanyaannya.

Guru dikatakan sukses mendidik muridnya, apa indikatornya?

Di tingkat fundamental kesuksesan guru dalam mendidik muridnya bisa dilihat dari sikapnya terhadap ilmu, akhlaknya yang mulia, memahami rukun iman dan rukun Islam, menguasai bahasa-bahasa, ilmu dan kemahiran di tingkatnya masing-masing. Selain itu memiliki kotokohan dan kepimpinan diri dan masyarakat. Tapi yang paling baik adalah adab dan akhlaknya, aqidahnya dan amal ibadahnya.

Apa saran Anda untuk guru-guru dan murid di era digital ini?

Senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki diri dan masyarakat. Memahami tantangan-tantangan kontemporer dan yang akan datang. Sekarang ini teknologi bisa memudahkan tugas guru. Juga satu tantangan. Bukan sebagai pengganti guru. Kita harus tahu batas-batas dan fungsinya. Teknologi tidak salah. Tidak memahami batas dan fungsi teknologi itu yang salah. Guru harus mampu menilai sumber-sumber yang didapat dari internet apakah benar atau tidak. Di samping itu guru di sekolah-sekolah Islam harus ditraining tentang batas-batas dan kebaikan sosial media dan internet. Memang ada banyak kebaikan-kebaikan dalam internet, tapi juga ada banyak fundamental erornya. Terutama dalam hal etika, dalam hal-hal pandangan alam, nilai-nilai dan konten. Dunia sedang berjalan ke arah itu. Kalau sekolah-sekolah umat Islam terbelakang akan ditinggalkan. Semuanya, training penyiapan pemahaman, teoritikal, historikal dan metodologi itu penting dikuasai oleh para pemimpin sekolah-sekolah umat Islam. []

Tags: GontorGuruWan Mohd Nor Wan Daud
Share756Tweet362Send
Previous Post

Jiwa Guru Penentu Pendidikan

Next Post

Erdogan : Tanpa AS, Turki Akan Dirikan Zona Aman di Suriah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Comments 1

  1. Widyowarih says:
    7 years ago

    Bahasan yg bagus sekali,jazakallah khair sgt menginspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result