Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) karena mendukung pasukan yang berbasis di Libya timur, setelah Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bertemu dengan anggota suku Libya yang mendesak Kairo untuk campur tangan dalam perang.
Turki telah memberikan bantuan militer kepada pemerintah yang diakui PBB dalam konflik Libya. Sementara Mesir, UEA dan Rusia telah mendukung musuh-musuhnya dalam pemerintahan saingan yang berbasis di timur.
Aljazeera merilis, dalam beberapa pekan terakhir pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli, berhasil mengusir pasukan komandan militer pemberontak timur, Khalifa Haftar yang melancarkan serangan terhadap Tripoli tahun lalu.
Legislator yang berbasis di timur, pekan ini meminta Mesir untuk campur tangan dalam konflik. El-Sisi bertemu dengan anggota suku Libya pada hari Kamis dan mengatakan Mesir tidak akan diam dalam menghadapi ancaman langsung terhadap keamanan Mesir dan Libya.
Ditanya tentang kemungkinan intervensi Mesir, Erdogan mengatakan pada hari Jumat (17/7), Turki akan mempertahankan dukungannya untuk GNA.
“Langkah-langkah yang diambil oleh Mesir di sini, terutama berpihak pada pecundang Haftar, menunjukkan mereka dalam proses ilegal,” katanya. Dia juga menggambarkan pendekatan UEA sebagai “pembajakan”.
Bulan lalu El-Sisi mengatakan, tentara Mesir mungkin memasuki Libya jika pemerintah Tripoli dan sekutunya Turki memperbarui serangan terhadap garis depan Sirte-Jufrah, yang dipandang sebagai pintu gerbang ke terminal ekspor minyak utama Libya, yang sekarang dipegang oleh sekutu Haftar.
Libya telah terperosok dalam konflik sejak 2011, ketika penguasa lama Muammar Gaddafi dilengserkan dalam operasi yang didukung NATO. []
![Turki meningkatkan dukungannya tahun ini untuk pemerintah yang diakui secara internasional yang berbasis di Tripoli [Foto AP]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/07/erdogan.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)




















