Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya telah berhasil menangkap seorang istri dari pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. Hal itu disampaikan Erdogan dalam sebuah pidato yang disampaikan di Universitas Ankara, Rabu (6/11).
Penangkapan sendiri terjadi seminggu setelah pemimpin kelompok bersenjata garis keras itu melakukan bom bunuh diri dalam sebuah serangan yang dilancarkan AS.
“Amerika Serikat mengatakan Baghdadi bunuh diri di sebuah terowongan. Mereka memulai kampanye komunikasi tentang ini,” kata Erdogan seperti yang dikutip Aljazeera.
Erdogan juga menegaskan, penangkapan istri al-Baghdadi dilakukan tanpa adanya keributan. Selain istri, Turki juga menangkap saudara perempuan dan iparnya di Suriah.
Sementara itu, seorang pejabat senior Turki mengatakan di awal pekan ini Turki juga telah menangkap saudara perempuan al-Baghdadi, suami dan menantunya.
Dari pemangkapan tersebut, Turki berharap mendapatkan informasi dari mereka tentang ISIS, meskipun Ankara sendiri belum mengatakan informasi apa saja yang bisa diperoleh dari mereka.
Berita tewasnya al-Baghdadi disambut baik para pemimpin dunia. Akan tetapi mereka dan para pakar keamanan memperingatkan kelompok yang dikenal sebagai Daesh, suatu saat akan kembali menjadi ancaman keamanan di Suriah dan sekitarnya.
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dua istri al-Baghdadi juga tewas di lokasi serangan bulan lalu.
Kelompok itu mengatakan jika seorang penerus al-Baghdadi, yang diidentifikasi sebagai Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi, telah disiapkan untuk menggantikan posisinya. Seorang pejabat senior AS mengatakan pekan lalu bahwa Washington sedang mencari pemimpin baru untuk menentukan dari mana asalnya.[Devi Lusianawati]























