Baghdad, Gontornews — Sejumlah faksi syiah di pemerintah Irak mendesak warga Irak untuk melakukan pawai dan demonstasi untuk membangkitkan sentimen anti Ameirka di Irak pada hari Jumβat (23/1) mendatang.
Para pengusul demonstrasi di Irak berharap aksi ini bisa menekan Amerika Serikat agar menarik pasukannya dari Irak sekaligus menghentikan demonstrasi anti pemerintah Irak.
Demonstrasi ini juga diselenggarakan sebagai bagian dari aksi pembalasan atas kematian jenderal Militer Iran, Qassem Soleimani di Baghdad bulan ini. Sebagaimana diketahui, Irak sendiri menjadi salah satu negara sekutu Iran.
βPembunuhan (Soleimani) itu juga melempar kelas-kelas politik dan aktor-aktor yang berafiliasi ke Iran sebagai penyelamat,β ungkap peneliti senior dari National University Institute of Singapore Middle East Institute, kepada Reuters.
Selain faksi Syiah, seruan untuk demonstrasi anti-Amerika juga digaungkan oleh ulama Irak, Moqtada Al-Sadr yang menentang semua campur tangan asing di Irak.
βPawai sejuta orang ini berbeda dari apa yang terjadi di lapangan. Pawai ini justru mendukung sistem politik yang berlaku di negara ini (Irak) dan bukan menentangnya,β ungkap salah seorang demonstran anti Pemerintah Irak, Abdul Rahman al-Ghazali, di Tahrir Square, Baghdad.
Berbeda dengan demonstrasi anti Amerika Serikat, Ghazali dan sejumlah demonstran lain telah berbulan-bulan berdemonstrasi menentang pemerintahan Irak yang dinilai korup. Para demonstran bahkan telah berkemah secara terpisah di kota Baghdad.
Ghazali dan demonstran pun mengkhawatirkan terjadinya gesekan antara demonstrasi yang mereka laksanakan, anti pemerintah, dengan para demonstran anti Amerika Serikat.
βSaya tidak akan mengambil bagian dalam protes anti-Amerika di Baghdad,β kata mahasiswa pendemonstran, Hussein Ali. [Mohamad Deny Irawan]





















