Port-au Prince, Gontornews — Festival film LGBT di Haiti akhirnya ditunda menyusul ancaman pembakaran gedung oleh seseorang melalui telepon dan media sosial. Untuk alasan keamanan, polisi Port-au Prince pun meminta festival film kaum homo tersebut tidak ditayangkan.
Anggota lesbian terkemuka Haiti, gay, biseksual dan transgender Kouraj mengatakan akan menutup kantor-kantor selama seminggu untuk alasan keamanan. Mereka juga mendapat ancaman tekanan dan pembunuhan.
“Kami sangat khawatir tentang keamanan para anggota masyarakat (LGBT) yang tinggal di negara ini,” kata presiden Charlot Jeudy Kouraj seperti dilansir gmanetwork, Jumat (29/9).
Jeudy mengatakan bahwa tanggal baru festival tersebut belum ditetapkan, setelah komisaris polisi Jean Danton Leger memerintahkan festival dibatalkan atas dasar moral. Kelompok yang mendukung LGBT di Haiti juga menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan pukulan intoleransi.
Penyelenggara beralasan bahwa tujuan festival tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap homofobia di masyarakat Afrika dan Karibia. Selain itu, acara tersebut dimaksudkan untuk menarik minat wiasatawan lebih banyak ke Haiti.
Meskipun sebelumnya seni dan festival film sejenis juga diadakan di Brussels dan Montreal, tidak berarti kegiatan serupa bisa diselenggarakan di Haiti. Selain dianggap tidak bermoral, kegiatan tersebut juga berbahaya bagi citra dan peradaban masyarakat.
“Festival itu menjadi ancaman bagi keluarga,” terang seorang senator Jean Renel Senatus menanggapi acara tersebut.
Menurut Jean, daripada menggunakan uang untuk festival film homo dan membayar sejumlah artis, lebih baik dananya dialokasikan untuk kegiatan pendidikan dan sekolah. Haiti adalah sebuah negara di Karibia dan merupakan salah satu negara termiskin di dunia.
Namun hingga kini belum ada tanggapan dari masyarakat Haiti terkait festival homo tersebut. Merujuk pada beberapa tahun lalu, festival yang sama juga mendapat perlawanan dari kalangan gereja dalam aksi protes kaum homoseksual.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia di Haiti menyayangkan ancaman dan kecaman dari sejumlah pihak terhadap festival ini. Mereka menuntut ada tindakan tegas dari aparat keamanan terhadap kelompok yang menyerang secara fisik dan verbal anggota lesbian, gay, biseksual, transgender dan masyarakat interseksual karena dianggap telah mengekang kebebebasan. [Ahmad Muhajir/Rus]



















