Rangkasbitung, Gontornews — Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten sepakat membangun sinergi pemberdayaan ekonomi keumatan dan penguatan jaringan bisnis berbasis pesantren. Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada Kamis (5/2/2026) di Pondok Pesantren Manahijussadat Rangkasbitung, Banten.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum Forbis IKPM Gontor H Agus Maulana SS dan Ketua Umum FSPP Provinsi Banten Dr KH Sholeh Rosyad SAg MM.
Ikut hadir menyaksikan penandatanganan itu Dr KH Sulaiman Effendi, salah satu Presidium FSPP Banten yang juga pimpinan Pesantren Manahijussadat, serta Sefi Khirijil Yaman dan Luqman Hakim Arifin selaku Wakil Ketua Umum Forbis.
“Sinergi ini diharapkan melahirkan ekosistem bisnis pesantren yang saling terhubung, saling menguatkan, dan mampu bersaing secara profesional tanpa meninggalkan nilai dan ruh kepesantrenan,” ujar Ketua Umum Forbis IKPM Gontor, H Agus Maulana SS, seperti dirilis laman Forbis.id.
Agus menuturkan, dengan kolaborasi ini, langkah besar menuju kemandirian ekonomi pesantren berbasis jaringan, berbasis kolaborasi, dan berbasis nilai di Banten Raya makin nyata.
“Melalui MoU ini, Forbis dan FSPP Banten sepakat menjadikan pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi umat,” paparnya.
Tiga Fokus Kerjasama
Sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi MoU, kedua pihak menegaskan komitmen kolaborasi dalam tiga pilar utama: Pertama, Pertukaran Pengetahuan (Knowledge Sharing).
Pendampingan manajemen unit usaha pesantren serta pelatihan kewirausahaan bagi santri dan alumni.
Kedua, Akses Pasar dan Distribusi. Pemanfaatan jaringan distribusi untuk produk-produk unggulan pesantren lintas daerah.
Ketiga, Digitalisasi Pesantren. Implementasi teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran produk pesantren.
Agus mengatakan, ketiga langkah ini dinilai strategis mengingat FSPP Banten menaungi lebih dari 4.000 pondok pesantren, baik salaf maupun modern, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam waktu dekat, akan dijajaki peluang dan potensi untuk mendirikan Bengkel dan Toko Ban di wilayah Banten untuk mengakomodasi kebutuhan perawatan dan pemeliharaan kendaraan operasional pesantren-pesantren serta para guru dan wali santri di lingkungan pesantren yang tergabung dalam FSPP Banten. []






















