Tripoli, Gontornews — Nigeria memulangkan ribuan warganya yang menghadapi pelanggaran berat seperti pemerkosaan dan perbudakan di Libya saat mereka berusaha mencapai Eropa melalui negara Afrika Utara yang dilanda perang.
Sejumlah besar warga Nigeria telah terjebak di Libya di mana mereka mencoba menyeberang ke Italia melalui laut, namun dihentikan oleh faksi-faksi bersenjata lokal dan penjaga pantai Libya.
Pejabat Nigeria dalam sebuah misi pencarian fakta ke Libya mengaku terkejut atas apa yang mereka lihat dan dengar dari korban.
“Mereka berbicara tentang pelecehan – sistematis, endemik, dan eksploitasi,” kata Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama seperti dikutip Aljazeera.
“Jelas ada kepentingan yang ingin ‘menyimpan’ sebanyak mungkin dari mereka karena mereka adalah komoditas.”
Ahmed Idris dari Aljazeera yang melaporkan dari ibukota Libya, Tripoli, mengatakan, orang-orang Nigeria di sana menceritakan tentang pelecehan seperti perbudakan, pemerkosaan, pemenjaraan, dan penyiksaan.
“Ini terjadi baik di tangan pihak berwenang atau orang-orang penyelundup,” kata Idris.
“Bagi mereka, perjalanan pulang ke Nigeria bagai buah simalakama. Banyak dari mereka senang karena akhirnya bisa bebas, tapi di sisi lain mereka kecewa karena di Libya mereka banyak kehilangan harta benda dan mereka kembali ke negerinya tanpa membawa apa-apa.”
Warga Nigeria, negara berpenduduk paling banyak di benua Afrika, telah menjadi kelompok migran terbesar di Libya. Mereka mencoba untuk menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa.
Pemerintah Nigeria mengatakan, penerbangan penyelamatan akan berlanjut selama diperlukan. Diperkirakan sekitar 5.500 orang akan diterbangkan kembali ke Nigeria.
“Jika saya akan mati, saya ingin mati di negara saya. Saya telah banyak menderita dalam beberapa bulan terakhir setelah meninggalkan negara saya,” ujar seorang migran yang menunggu untuk terbang pulang ke rumahnya di Nigeria.
Ia pun memperingatkan orang lain untuk tidak melakukan perbuatan nekad seperti yang telah dilakukannya. [Rusdiono Mukri]


















