Kairo, Gontornews — Sebuah stasiun TV yang berbasis di Turki telah merilis rekaman audio yang mengatakan seorang perwira intelijen Mesir meminta host berpengaruh di Mesir untuk meyakinkan pemirsa mereka agar menerima keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Rekaman dalam bahasa Arab, yang disiarkan oleh TV Mekameleen pada hari Ahad (7/1), itu pertama kali dilaporkan oleh New York Times dan tampaknya bertentangan dengan kehendak masyarakat Mesir yang tidak mendukung keputusan AS itu.
TV Mekameleen merupakan Β saluran televisi satelit yang berbasis di Istanbul, Turki, kebanyakan dijalankan oleh orang-orang Mesir di pengasingan.
Dalam rekaman audio itu, seorang pria yang olehTimes diidentifikasi sebagai Kapten Ashraf el-Kholi, mengatakan bahwa perang dengan Israel bukan kepentingan nasional Mesir, dan meminta mereka untuk menolak oposisi terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump.
Namun, pemerintah Mesir dalam sebuah pernyataannya telah menolak laporan Times 6 Januari itu, dengan mengatakan bahwa pendirian Mesir soal Yerusalem tetap, tidak berubah.
βPosisi Mesir disampaikan oleh presiden, menteri luar negeri dan dalam pernyataan resmi,” kata pernyataan tersebut.
Pernyataan itu menyebutkan, Times tidak memberikan bukti bahwa el-Kholi adalah seorang perwira dinas intelijen Mesir.
Pada hari Senin, seorang pejabat Palestina juga menolak isi rekaman itu.
Qais Abdulkarim, anggota komite pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan bahwa dia yakin Mesir terus mendukung Palestina.
Dia menambahkan, “Saya pikir AS bekerja dengan sengaja untuk mencoba menciptakan atmosfir yang mengatakan bahwa tindakan mereka telah dilakukan atau diambil dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah Arab tertentu.”
Mesir termasuk salah satu negara pertama yang mengkritik langkah Trump, yang memicu kecaman internasional yang meluas dan demonstrasi mematikan di wilayah Palestina yang diduduki.
Kairo juga mengajukan sebuah resolusi yang menolak perpindahan kedubes ke Yerusalem ke Dewan Keamanan PBB, namun diveto oleh AS.
Rekaman yang dikeluarkan oleh Mekameleen, bagaimanapun, telah meragukan posisi Mesir. [Rusdiono Mukri]




















