London, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Inggris memberlakukan penanganan ekstra ambulans saat gelombang panas menghantam negara Eropa tersebut. Menteri Kesehatan Inggris, Steve Barclay, menghimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi kerabat dan tetangga yang rentan dengan gelombang panas.
Pemerintah Inggris, Jumat (15/7/2022), telah mengumumkan keadaan darurat nasional serta mengeluarkan peringatan panas ekstrem pertama di Inggris seiring kenaikan suhu yang mencapai 41 derajat Celcius. Angka ini sekaligus menjadi rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam Inggris setelah sebelumnya rekor suhu tertinggi adalah 38 derajat Celcius di Cambridge pada tahun 2019.
“Pesan yang jelas kepada publik untuk mengambil langkah-langkah masuk akal dalam (pengelolaan) air, penghalang panas ataupun penutup. Itu cara terbaik untuk mengurangi (efek) panas,” kata Barclay sebagaimana dilansir BBC.
“Kami meminta setiap warga untuk mengawasi para tetangga dan mereka yang berisiko rentan,” imbuhnya.
Selain penambahan ambulans, otoritas terkait juga menambah kapasitas ruangan agar pasien tidak terjebak di dalam ambulans di luar rumah sakit. Para pemimpin National Health Service (NHC) di Inggris mengatakan kepada jajarannya untuk mengantisipasi permintaan ambulans ekstra serta tidak boleh meninggalkan pasien di luar rumah sakit dalam cuaca panas lebih dari 30 menit.
Selain rumah sakit, Menteri di Kantor Kabinet, Kit Malthouse, juga memperingatkan gangguan signifikan di sektor transportasi. Ia pun mengingatkan warga untuk tidak bepergian kecuali perlu.
“Panas akan mempengaruhi rel. Jadi kereta harus berjalan lebih lambat,” kata Malthouse.
“Jika mereka tidak harus bepergian, ini mungkin saatnya bekerja dari rumah,” sambungnya. [Mohamad Deny Irawan]





















