Osaka, Gontornews –- Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) guncang Osaka Jepang, Senin (18/6) pagi waktu setempat. Pemerintah Jepang menyebut tiga orang tewas, dan ratusan lainnya terluka akibat gempa tersebut serta jalur menuju pabrik dan kawasan industri ditutup disebabkan sumber air yang meledak. Meski demikian, pemerintah tidak mengeluarkan peringatan tsunami akibat gempa tersebut.
Reuters melaporkan bahwa saluran air meledak dan rumah terbakar akibat gempa yang menghantam Osaka, tuan rumah KTT G20 pada tahun 2019 mendatang.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, titik gempa terjadi di utara Osaka pada kedalaman 13 km. Tidak hanya melumpukan aktivitas perindustrian, gempa Osaka juga merusak pipa-pipa air di Takatsuki, prefektur Osaka, Jepang Barat.
“Kami sedang tidur dan gempa itu membangunkan kami secara tiba-tiba,” kata seorang warga Amerika Serikat yang tinggal di sebuah hotel di Osaka, Kate Kilpatrick.
“Itu sangat menakutkan karena ini adalah gempa yang pertama kali saya rasakan. Saya pikir itu adalah mimpi buruk karena saya sangat bingung,” tambah pria berusia 19 tahun tersebut.
Prefektur Osaka dihuni sekitar 8,8 juta orang. Sementara itu, Kobe, yang menjadi daerah terdekat Osaka, pernah dilanda gempa berkekuatan 6,9 SR pada tahun 1995.
Sejak gempa di Kobe, Jepang memberlakukan undang-undang yang menginstruksikan kepada pemilik bangunan besar seperti hotel dan rumah sakit agar memeriksa bangunannya serta menerapkan teknologi tahan gempa pada setiap bangunan. [Mohamad Deny Irawan]






















