Quito, Gontornews – Setelah Myanmar dan Jepang, kini giliran Ekuador diguncang gempa. Seperti dilansir BBC.com, Ekuador diguncang gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR), Ahad (17/4). Sebanyak 28 orang dikabarkan tewas.
Pemerintah Ekuador melalui Wakil Presiden Jorge Glas mengumumkan kondisi darurat di 6 provinsi serta mengerahkan sejumlah pasukan untuk mengamankan dan menangani korban yang berjatuhan.
Pusat gempa terjadi tidak jauh dari kota pesisir, Muisne. Media lokal Ekuador menyebut sebuah jembatan di Kota Guayaquil , 300 km dari pusat kejadian gempa, hancur.
“Kami memiliki (informasi) 16 orang tewas di Kota Portoviejo, 10 di Manta dan 2 lainnya di provinsi Guayas,” kata Glas.
“Gedung (tempat tinggal) saya bergoyang dan banyak barang-barang jatuh. Tetangga kami pun merasa takut begitu juga anak-anak yang terus menangis,” papar Zoila Villena.
Menurut survei Badan Geologi Amerika Serikat, pusat gempat dikabarkan terjadi di kedalaman 19,2 km di bawah laut.
Sementara itu, pusat peringatan tsunami untuk wilayah Pasifik memaparkan bahwa gempa ini menyebabkan gelombang tsunami setinggi 0,3-1 meter di atas permukaan air dan kemungkinan akan terjadi di beberapa pantai di Ekuador.
Atas kejadian ini, Peru juga mengumumkan peringatan tsunami bagi warganya yang tinggal di utara pantai. (Mohamad Deny Irawan)





















