Sanaa, Gontornews – Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Hans Grundberg mengumumkan, kedua belah pihak dalam konflik Yaman telah menyetujui gencatan senjata selama dua bulan, yang dimulai pada Sabtu (2/4).
“Mereka menyetujui gencatan senjata dua bulan mulai Sabtu untuk memungkinkan kapal bahan bakar memasuki pelabuhan Hodeidah yang dikuasai Houthi, dan memilih penerbangan dari bandara Sanaa,” kata Hans dalam keterangan persnya pada Jumat (1/4), demikian Arab News melaporkan.
Hans Grundberg mengatakan bahwa gencatan senjata nasional dapat diperpanjang dengan persetujuan para pihak.
Pemerintah sah Yaman mengatakan, akan mengambil langkah-langkah untuk mengatur pembebasan tahanan, membuka bandara di Sana’a, dan memfasilitasi pelepasan kapal minyak melalui pelabuhan Hodeidah.
Menteri Luar Negeri Yaman juga mengumumkan langkah itu dalam sebuah tweet, dan mengatakan mereka mendukung seruan gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan. “Pelepasan dua kapal bahan bakar pertama melalui Hodeidah, setelah perintah dari Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi,” katanya.
Merespon pengumuman itu, Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (2/4) pagi, bahwa mereka menyambut baik gencatan senjata yang diumumkan oleh utusan PBB tersebut.
Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman menyambut baik pengumuman tersebut, begitu pula Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
“Saya menyambut baik pengumuman gencatan senjata dua bulan di Yaman. Kami sekarang memiliki jendela peluang untuk akhirnya mengamankan perdamaian, dan mengakhiri penderitaan kemanusiaan. Saya mendesak semua pihak untuk bekerja menuju solusi politik yang langgeng,” kata Johnson melalui akun Twitternya.
Pada Kamis (31/3), Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman mengatakan, pihaknya berkomitmen menghentikan operasi militer di dalam negeri sebagai tanggapan atas permintaan dari Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk.
Ia juga mengatakan, angkatan udaranya tidak melakukan operasi tempur di dalam Yaman, dan pihaknya mengambil semua langkah untuk membuat penghentian operasi militer sukses dan mencapai perdamaian yang komprehensif. [Fath]






















