Arizona, Gontornews — Sebuah pemandangan unik tersaji di Arizona, wilayah perbatasan Meksiko-Amerika Serikat. Alih-alih membangun tembok atau pagar, Gubernur Arizona, Doug Ducey, membangun pembatas antara dua negara dengan menumpuk dua kontainer menjadi satu.
Tembok improvisasi, begitu Gubernur Doug Ducey menyebutnya, dibangun mulai bulan Agustus untuk mengisi celah di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko yang biasa digunakan oleh para migran untuk berpindah tempat.
Namun, kebijakan ini rupanya mendapatkan kritikan dari masyarakat perbatasan karena tinggi tembok kontainer ganda itu mencapai ketinggian 22 kaki atau 6,7 meter.
Reuters melansir bahwa awalnya kontainer-kontainer tersebut dipesan untuk keperluan di wilayah Yuma. Tetapi, Ducey justru menginstruksikan penggunaan kontainer-kontainer itu di wilayah Cochise.
Salah satu pengkritik hadir dari kalangan aktivis lingkungan. Mereka mengkritik konstruksi tumpukan kontainer di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko tersebut sangat berbahaya bagi jalur perjalanan satwa liar.
“Kami di sini bukan untuk menyebabkan kerusakan atau menghalangi siapa pun. Apa yang kami lakukan di sini adalah untuk menikmati tanah publik dengan cara strategis yang menghalangi penempatan kontainer pengiriman lebih lanjut,” ungkap Eamon Harrity, manajer proyek satwa liar Sky Island Alliance, kepada Reuters.
Pusat Keanekaragaman Hayati mengatakan tembok kontainer itu dapat menghalangi koridor migrasi jaguar dan ocelot, macan tutul kurcaci, yang kritis. Sementara itu, Dinas Kehutanan Amerika Serikat, pada akhir November lalu, mengatakan tembok kontainer tersebut dapat menimbulkan bahaya keamanan dan melanggar hukum.
Sebaliknya, Ducey mengatakan langkah yang ia gulirkan ini merupakan bagian dari perlindungan warga serta pembelaan bagi negara bagian Arizona. Ia telah mengajukan gugatan meminta hakim untuk menghentikan campur tangan dari pemerintah federal. Bulan lalu, pemerintah federal mengajukan mosi untuk menolak opsi gugatan itu. [Mohamad Deny Irawan]





















