Gaza City — Hamas mengatakan telah menahan pembunuh komandan senior Mazen Faqha, yang ditembak mati pada bulan Maret, dan mengatakan bahwa tersangka telah melakukan pembunuhan atas perintah Israel.
Faqha (38), ditembak mati di kepala dan dada di pintu masuk rumahnya di Kota Gaza pada 24 Maret.
“Semua bukti yang kami miliki … mengindikasikan pelaku melakukan kejahatan ini berdasarkan perintah dari Israel,” kata Ismail Haniya, pemimpin Hamas, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (11/5), tanpa mengidentifikasi tersangka.
“Dia telah mengaku melakukan kejahatan tersebut,” tambahnya dalam sebuah konferensi pers di luar rumah Faqha yang dihadiri oleh janda komandan tersebut.
Haniya, yang terpilih sebagai pemimpin Hamas pekan lalu, mengatakan rincian lebih lanjut akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, dan dia memperkirakan tersangka akan dieksekusi.
Hamas telah menguasai Jalur Gaza sejak 2007. [Rusdiono Mukri]




















