Beirut, Gontornews — Ex Perdana Menteri Lebanon, Saad Al-Hariri menyampaikan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menjadi Perdana Menteri untuk kedua kalinya. Baginya, keputusan untuk mengundurkan diri dari kursi Perdana Menteri Lebanon pada 29 Oktober 2019 yang lalu bersifat final.
“Saya berpegang teguh pada aturan, ‘bukan saya melainkan orang lain’ untuk membentuk pemerintahan yang mampu menindaklanjuti aspirasi para pria dan wanita muda,” kata Hariri dalam pernyatan tertulis yang dilansir Reuters.
“Saya memiliki harapan dan kepercayaan penuh pasca mengumumkan keputusan yang jelas dan menentukan ini bahwa Presiden akan segera meminta pendapat dari parlemen,” tambah Hariri.
Sejumlah sumber politik di Lebanon memprediksi seorang kontraktor terkemuka, Samir Khatib, sebagai kandidat Perdana Menteri Lebanon yang baru. Meski demikian, Hariri membantah bahwa dirinya telah mengajukan beberapa nama untuk menggantikan dirinya sebagai Perdana Menteri Lebanon.
Sejak Hariri mundur dari kursi Perdana Menteri, situasi ekonomi di Lebon carut marut. Lebanon kini dilanda kekhawatiran terhadap stabilitas negara karena memiliki hutang yang disebabkan oleh ulah sektarianisme.
Sementara itu, Hezbullah dan sekutunya ingin Hariri kembali menjadi Perdana Menteri namun ditolak. Hariri pun mendesak pemerintahan yang baru agar membangun kabinet berdasarkan kombinasi teknokrat dan politisi. [Mohamad Deny Irawan]





















