Sidney, Gontornews–Roy Morgan Research, sebuah perusahaan riset paling dikenal dan paling lama di Australia melakukan jejak pendapat baru-baru ini terhadap imigran Muslim yang masuk ke negeri kanguru tersebut.
Hasilnya, 58 persen rakyat Australia mendukung migrasi Muslim ke negara itu, di samping 66 persen menyatakan dukungan terhadap pencari suaka ke Australia. Berbeda sekali dengan hasil survey pada pertengahan September yang diklaim Australia menentang Imigrasi Muslim 49%.
“Survei Roy Morgan selama beberapa tahun 2010-2015, menunjukkan dukungan mayoritas umat Islam, pengungsi dan lain-lain berimigrasi ke Australia,” ujar peneliti senior Roy Morgan Michele Levine seperti dilansir laman roymorgan (26/10).
Menurut CEO Roy Morgan ini, sangat penting bahwa survei opini publik tentang isu-isu seperti ini bersifat independen dan dilakukan dengan sampel yang benar-benar mewakili populasi Australia. Ia berpendapat, adanya sentiment negatif atas imigran Muslim bisa karena kegagalan di AS yang berada di jantung Krisis Keuangan Global.
Namun Roy Morgan melakukan survei terbarunya secara independent supaya mendapatkan hasil yang akuran pada isu kepentingan sosial, manusia dan moral. Survey Roy Morgan secara konsisten menunjukkan mayoritas warga Australia mendukung imigrasi Muslim 65% pada bulan Oktober 2015, dan pada bulan Juli 2010 54% warga Australia mendukung imigrasi Muslim.
Hasil survey ini juga menunjukkan sikap partai politik di Australia yang mayoritas mendukung imigrasi Muslim, seperti Partai Nasional Liberal (LNP) mendukung 51% dan menolak 36 %, Partai Buruh Australia mendukung 67% dan menolak 25%, Partai Hijau mendukung 88% dan menolak 5%, dari pihak Independen dan lainnya 58% dan menolak 34%.
“Hasil survei Roy Morgan ini menepis anggapan bahwa Australia kurang terbuka untuk imigrasi,” paparnya.
Sebelumnya, pelarangan imigran Muslim di Australia muncul dari Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Ia mengatakan imigran harus dipulangkan jika mereka tidak dianggap sebagai pengungsi. Hasil jejak pendapat Essential Media Communications mendapati 49 persen warga Australia inginkan pelarangan imigran Muslim.
Larangan itu sendiri diusulkan politisi antimigran, Paulines Hanson, dan telah didukung hampir setengah dari 1.075 responden. [Ahmad Muhajir]

















