15
Tonton Selengkapnya
33 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

HNW Ingatkan Mahasiswa ‘Persis’ Agar Teladani M Natsir Jaga NKRI

HNW menuturkan bahwa framing kelompok Islam dengan radikalisme, terorisme dan sikap intoleran yang saat ini dikembangkan dan dituduhkan, bertentangan dengan jasa besar M Natsir, tokoh Partai dan Ormas Islam, selain bertentangan dengan fakta ajaran Islam maupun perilaku Umat Islam.

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
5 February 2022
in Nasional
0
Foto: koleksi HNW

Jakarta, Gontornews — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. HM Hidayat Nur Wahid, MA mengajak Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA Persis) untuk terus meneladani tokoh besar Persis, M Natsir dalam menjaga, menyelamatkan dan menyukseskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Melalui Mosi Integralnya pada 3 April 1950 di depan sidang DPR RIS, Buya M Natsir telah menyelamatkan cita-cita Indonesia Merdeka menjadi NKRI, karena sebelumnya sudah dipecah Belanda menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat). Pak Natsir memperjuangkan untuk kembali kepada cita-cita awal Indonesia Merdeka yaitu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan bahkan pada saat Pak Natsir menjadi Perdana Menteri (1950) I di era NKRI jugalah Republik Indonesia resmi diterima menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa secara penuh. Sehingga Republik Indonesia diterima secara resmi oleh masyarakat dunia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, seperti negara-negara merdeka lainnya. Fakta sejarah ini perlu diingat, tidak ditinggalkan, tidak dihilangkan oleh memori kolektif bangsa dan generasi milenial di Indonesia, khususnya bagi para mahasiswa Persis, karena Pak Natsir yang saat itu memimpin Partai Islam Masyumi juga Wakil Ketua Umum Persis,”ujarnya saat menerima audiensi PP HIMA Persis dI Jakarta, Kamis (3/2). Mereka beraudiensi terkait penyelenggaraan Muktamar HIMA Persis X di Serang, Banten, 24 Maret 2022.

HNW sapaan akrabnya mengatakan bahwa tugas para generasi muda, generasi milenial, khususnya HIMA Persis, untuk menjaga, menyosialisasikan dan meneruskan peran menyejarah para tokoh Bangsa termasuk dari Persis, seperti M Natsir, Ahmad Hassan dan lain sebagainya, agar dapat terus ikut menjaga, merawat dan membela dan menyukseskan NKRI.

“Para tokoh itu telah memberi contoh sukses menjaga terlaksananya tujuan kemerdekaan Indonesia, dengan menyatukan Indonesia kembali dalam NKRI, serta membuktikan bahwa kelompok Islam, baik Orpol maupun Ormasnya selalu bisa berkontribusi dan berkolaborasi dengan seluruh warga bangsa sekalipun dengan latar belakang yang berbeda-beda, untuk terlaksananya cita-cita Indonesia Merdeka, menjadi NKRI,  dan bersama TNI menyelamatkan RI dari kudeta ideologis yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1948 dan tahun 1965. Mereka membuktikan bahwa Umat Islam termasuk Generasi mudanya serta symbol-simbol yang menyertainya seperti Masjid dan Pesantren sangat berjasa bagi eksistensi NKRI, mereka bukanlah radikalis, intoleran, atau teroris anti-NKRI, sebagaimana yang sering diwacanakan dan dituduhkan belakangan ini,” ujarnya.

BACA JUGA

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

Mitratel Salurkan 3.388 Paket Daging Kurban Hingga Wilayah Bencana Sumatera Melalui BAZNAS

Melalui BAZNAS, JSIT Salurkan Sedekah Daging untuk Palestina dan Sumatera 853 Juta

Lebih lanjut, HNW berharap bahwa generasi muda dan milenialis umat Islam, termasuk para mahasiswa yang terhimpun dalam HIMA Persis, agar bisa mengoreksi dan menjawab dengan bukti konkret dan karya nyata adanya kesalahan dari berbagai framing negatif terkait radikalisme, terorisme, intoleran, dll.

”Ini tentunya tantangan, agar para mahasiswa dan generasi muda Muslim menghadirkan terus menerus sikap kenegarawanan M Natsir yang justru terbukti sangat toleran, tidak radikal dan tidak menteror, bahkan sangat moderat dan diterima oleh seluruh kekuatan politik dan militer, dan sangat mencintai dan berjasa untuk negaranya sehingga selamat kembali pada cita-cita awal kemerdekaan Indonesia menjadi NKRI, dan bahkan diakui oleh lembaga internasional PBB sebagai anggota penuh. Itu semua bisa dilakukan kembali dan berlaku seterusnya, bila generasi muda dan seluruh komponen bangsa memahami sejarah perjuangan Bapak/Ibu Bangsa dengan komprehensif, dan serta mengamalkan Pancasila secara jujur, adil, baik dan benar,” ujarnya.

HNW menuturkan bahwa framing kelompok Islam dengan radikalisme, terorisme dan sikap intoleran yang saat ini dikembangkan dan dituduhkan, bertentangan dengan jasa besar M Natsir, tokoh Partai dan Ormas Islam, selain bertentangan dengan fakta ajaran Islam maupun perilaku Umat Islam. Dan kesalahan-kesalahan berulang yang menghadirkan Islamophobia itu juga dapat di-counter oleh HIMA Persis selain dengan aktif menyatukan Umat dan bangsa untuk meneladani M Natsir yang sangat berjasa untuk eksistensi NKRI, juga melalui aktifnya mereka bersama seluruh komponen masyarakat,  mengembangkan sikap dan laku positif dan konstruktif dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, dilakukan dengan semangat toleran, inklusif, dan moderat.

“Dengan begitu para generasi muda di HIMA Persis bisa berkontribusi positif untuk bangsa dan negara, seperti yang dicontohkan oleh ulama pejuang seperti M Natsir dan lain-lain. Melalui berbagai kreasi, kolaborasi dan kegiatan yang solutif, visioner dan bermanfaat untuk maju jayanya Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan 3 April, hari ketika M Natsir menyampaikan Mosi Integral yang mengembalikan Indonesia ke NKRI, untuk diperingati sebagai hari NKRI dan bulan April sebagai Bulan NKRI. “Ini sangat penting bukan hanya untuk Persis, organisasi asal Pak Natsir, tetapi juga bagi bangsa dan negara, dan eksistensi NKRI di tengah berbagai rongrongan yang bisa memecah NKRI seperti separatisme dan adu domba dengan pembelahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

“Apalagi sekarang sangat marak sekali orang berteriak NKRI Harga Mati. Tapi membiarkan terjadinya framing negatif terhadap Umat Islam dengan isu intoleran, radikal, dan terorisme, yang potensial memperlemah kesatupaduan bangsa dan negara Indonesia. Padahal, apabila Pak Natsir, Tokoh Partai Islam dan Umat Islam waktu itu tidak menyampaikan  mosi integralnya agar menjadi NKRI, mungkin teriakan NKRI harga mati tidak akan ada sekarang ini, karena Indonesia sudah diubah menjadi RIS, dan waktu itu NKRI sudah dikubur oleh penjajah Belanda. Atau sekarang entah bagaimana nasib Republik Indonesia, mungkin malah sudah berantakan karena terpecah belah akibat berlanjutnya Republik Indonesia Serikat (RIS) yang sebagian negara bagiannya adalah negara boneka mainanan penjajah Belanda. Dengan Mosi Integral M Natsirlah, Indonesia selamat menjadi NKRI, dan generasi sekarang bisa meneriakkan slogan: NKRI Harga Mati! Fakta menyejarah ini harusnya tidak dilupakan apalagi dihilangkan dari memori ingatan bangsa Indonesia, harusnya malah diingat dan diperingati, salah satunya dengan menjadikan tanggal 3 April sebagai Hari Nasional: Hari NKRI,” pungkasnya.[]

 

Tags: M NatsirNKRIPersis
Share55Tweet35Send
Previous Post

Islam dan Waktu (Bagian 1)

Next Post

KH Anizar Masyhadi, Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, Kunjungi Pesantren Modern Primago Depok

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result