Paris, Gontonews — Presiden Francois Hollande mengatakan kepada penulis buku yang baru diterbitkan, Prancis memiliki “masalah dengan Islam” dan ada terlalu banyak imigran tiba di negaranya. “Mereka tidak seharusnya berada di sini,” ujarnya.
Hollande membuat pernyataan kontroversial untuk penulis buku A President Shouldn’t Say That … pada bulan Desember 2015, sebulan setelah orang-orang bersenjata menyerang Paris yang menewaskan 130 orang. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.
“Memang benar bahwa ada masalah dengan Islam. Tidak ada yang meragukan itu,” kata Hollande seperti dikutip dalam buku yang diterbitkan pekan ini.
“Ini bukan berarti bahwa Islam menimbulkan masalah dalam arti bahwa itu adalah agama yang berbahaya, tetapi sejauh ini ia ingin diakui sebagai agama Republik.”
Hollande juga mengatakan kepada wartawan Le Monde Gerard David dan Fabrice Lhomme, “Saya pikir ada terlalu banyak pendatang, imigran, yang seharusnya tidak ada.”
“Imigrasi dan identitas nasional” adalah tema pokok kampanye untuk pemilihan presiden tahun depan.
Serangkaian serangan di Prancis dalam dua tahun terakhir, ditambah dengan krisis migran Eropa, telah memicu sentimen anti-imigran.
Sebuah perdebatan yang sengit tentang integrasi Muslim di Prancis yang sekuler terjadi selama musim panas lalu ketika sekitar 30 kota di negeri itu melarang pemakaian “burkini” baju renang yang menutupi aurat perempuan. Namun pengadilan tertinggi Prancis kemudian memutuskan bahwa larangan itu merupakan pelanggaran “serius” terhadap hak asasi.
Sejauh ini Hollande belum menyatakan apakah ia berniat untuk mencalonkan kembali dalam pemilihan presiden mendatang. [Rusdiono Mukri]




















