Washington, Gontornews — Dua warga Amerika Serikat dan sepertiga sisa tawanan yang ditangkap oleh kelompok Houthi, yang didukung Iran di Yaman, dibebaskan pada Rabu (14/10) dengan imbalan dibebaskannya sekitar 250 pemberontak Houthi dari Oman.
Berita negara Oman mengatakan, para tawanan Amerika diterbangkan dari Yaman dengan pesawat Oman. Juga disebutkan, 250 warga Houthi di Yaman yang βmenerima perawatanβ di Oman telah dikembalikan ke ibukota Yaman, Sanaβa, dengan dua penerbangan sebagai bagian dari pertukaran tawanan.
“Amerika Serikat menyambut baik pembebasan warga AS, Sandra Loli dan Mikael Gidada, hari ini dari tahanan Houthi di Yaman,” kata penasihat keamanan nasional Robert O’Brien dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Arabnews.com.
“Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga Bilal Fateen, yang jenazahnya akan dipulangkan juga.”
O’Brien tidak menyebutkan pertukaran tersebut, tetapi berterima kasih kepada para pemimpin Oman dan Arab Saudi atas bantuan mereka dalam mengamankan pembebasan warga Amerika.
Kieran Ramsey, direktur sel pemulihan sandera pemerintah, mengatakan Loli dan Gidada akan segera kembali ke Amerika Serikat.
“Sayangnya, salah satu dari orang Amerika ini tewas selama penahanannya yang melanggar hukum,” kata Ramsey.
Kash Patel, wakil asisten Trump yang menangani kesepakatan itu, mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Loli telah ditahan oleh Houthi selama sekitar tiga tahun dan Gidada ditahan selama sekitar satu tahun. []






















