Washington, Gontornews — Hujan salju telah menghantam beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS), termasuk Ibukota, Washington DC. Hujan salju yang terjadi sejak Kamis (14/11), merupakan hujan salju terbesar di musim ini.
Selain Washington, Negara bagian Pennsylvania dan New York juga mengalami badai salju yang dasyat. Sekitar 30cm salju akan terbawa dari Lembah Ohio ke Atlantik tengah menuju dua wilayah tersebut.
Dikutip laman Aljazeera, Layanan Cuaca AS menjelaskan bahwa badai terburuk diperkirakan akan tetap berada di barat New York dan Washington. New York diperkirakan akan mengalami salju setinggi 8cm, sementara Washington diperkirakan akan menerima hujan salju sebesar 5cm, dan akan diikuti oleh hujan.
Hujan salju telah mengakibatkan banyak kecelakaan terjadi, khususnya di Jembatan George Washington dan mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Sehingga memaksa orang keluar dari kendaraan untuk mencapai tempat kerja mereka.
Selain itu, salju juga telah membuat sekolah-sekolah di wilayah terdampak harus menghentikan aktivitas belajar serta kantor-kantor juga memberikan kelonggaran kepada para karyawan untuk mengambil cuti.
Sementara itu, ketika badai bergerak ke utara, badai salju dan hujan beku mulai turun membuat Central Park dan Times Square terlihat dilapisi salju putih.
Hujan salju yang menghantam AS telah membuat 15 cm salju turun hanya dalam waktu empat setengah jam. Sehingga hal tersebut menjadikannya hari paling bersalju di bulan November dalam 136 jam.
Diperkirakan, jumlah salju yang turun akan jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, karena badai basah datang melawan udara yang luar biasa kering dan dingin.
Para peramal cuaca juga telah mengatakan bahwa kawasan Washington dan New York kemungkinan akan diterjang salju lebih dari musim dingin tahun ini.[Devi Lusianawati]




















