Yangon, Gontornews — Pemerintah Myanmar berhasil menghentikan percobaan pelayaran ilegal yang diduga melibatkan 106 warga etnis minoritas Rohingya di lepas pantai Yangon, Jum’at (16/11). Pemerintah Myanmar khawatir bahwa upaya pelarian berbahaya yang dilakukan etnis Rohingya di atas kapal pada tahun 2015 akan terulang kembali.
“Mereka mungkin berasal dari Rakhine. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin mereka Bengali dari Rakhine,” kata petugas imigrasi di Kyauktan kepada Reuters.
Bengali sendiri merupakan panggilan warga etnis minoritas Rohingya yang berdiam di Rakhine. Umumnya, mereka mendapatkan Bengali karena mayoritas masyarakat Myanmar yang beragama Budha menuduh mereka sebagai imigran gelap asal Bangladesh yang masuk ke Myanmar. Karena alasan itu pula, etnis minoritas Rohingya tidak mendapatkan status kewarganegaraan di Myanmar.
Otoritas setempat menjelaskan bahwa upaya penyelundupan yang dilakukan oleh warga dengan menaiki kapal laut bukanlah yang pertama. Sebelum kejadian ini terjadi, otoritas setempat juga berhasil menghentikan puluhan warga Rohingya yang telah menaiki kapal dengan tujuan Malaysia di awal Oktober.
Para pengamat menjelaskan bahwa selain Malaysia, Thailand menjadi tujuan realistis bagi etnis Rohingya. Alasannya, rute menuju Thailand lebih murah dan lebih pendek ketimbang ke Malaysia yang jauh, berbahaya dan berbiaya mahal.
Reuters menjelaskan bahwa dari 106 warga diduga etnis Rohignya yang menaiki kapal terdiri dari 50 pria, 31 wanita dan 25 anak-anak. Dari sisi kapal yang digunakan, petugas meyakini bahwa mereka adalah etnis Rohingya yang berasal dari Rakhine. [Mohamad Deny Irawan]




















