New Delhi, Gontornews — Pemerintah India, melalui Kementerian Luar Negerinya, mengapresiasi kesepakatan Myanmar dan Bangladesh dalam upaya repatriasi pengungsi Rohingya. Menurut rencana, pada tahap awal, sekitar 2.200 pengungsi Rohingya akan dikembalikan dari Bangladesh ke negara asalnya di Myanmar Kamis (15/11) besok.
Kami menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Menteri Luar Negeri Bangladesh dan Myanmar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Raveesh Kumar kepada Dhaka Tribune.
Seorang pejabat yang bekerja di lapangan pengungsian mengatakan bahwa dunia internasional perlu mengetahui alasan mengapa repatriasi perlu segera dilaksanakan. Sementara itu, Pemerintah Bangladesh menolak anggapan yang menyebut bahwa Dhaka, ibu kota Bangladesh, mencari bantuan internasional dari persoalan pengungsi Rohingya sehingga dianggap ingin ‘mempertahankan’ keberadaan para pengungsi di wilayahnya.
“Ini benar-benar salah,” kata sumber yang tersebut.
Sementara itu, Pakar Hak Asasi Manusia, Yanghee Lee mendesak Bangladesh untuk mengesampingkan rencana repatriasi pengungsi Rohingya ke Myanmar. Menurutnya, Myanmar telah gagal memberikan jaminan keamanan bagi Rohingya.
“Myanmar telah gagal dalam memberikan jaminan terhadap warga Rohingya bahwa mereka tidak akan lagi mengalami penganiayaan dan kekerasan tersebut sama sekali,” pungkas Ynghee Lee. [Mohamad Deny Irawan]






















