New Delhi, Gontornews — Pemerintah India, Senin (27/12/2021), menolak untuk memperbaharui izin masuknya dana asing bagi komunitas misionaris bunda Teresa (Missionaries of Charity/MoC). Akibatnya, badan amal keagamaan tersebut juga memotong sumber pendanaan untuk program yang diperuntukkan bagi orang miskin.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menolak ini bagi badan amal melalui undang-undang tentang regulasi kontribusi asing atau Foreign Contribution Regulation Act (FCRA). Pemerintah menganggap bahwa masuknya pendanaan asing justru merugikan bangsa.
“Sambil mempertimbangkan aplikasi pembaharuan MoC, beberapa masukan yang merugikan perlu diperhatikan,” ungkap pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian juga menolak tuduhan dari kepala menteri negara bagian Benggala Barat, Mamata Banerjee, bahwa rekening bank badan amal telah dibekukan.
MoC dalam sebuah pernyataan juga mengonfirmasi bahwa aplikasi FCRA tidak diperbaharui dan telah meminta pusat untuk tidak mengoperasikan akun kontribusi asing sampai masalah tersebut terselesaikan.
Langkah ini juga dilakukan ketika kelompok garis keras Hindu menuduh MoC memimpin program konversi agama dengan kedok amal. MoC tegas menolak tuduhan tersebut.
Sebelumnya, Banerjee menulis bahwa ia terkejut setelah mendengar Kementerian Persatuan membekukan semua rekening bank MoC di India. “22.000 pasien dan karyawan akan dibiarkan tanpa makanan dan obat-obatan. Sementara hukum adalah yang terpenting, upaya kemanusiaan tidak boleh dikompromikan,” kata Banarjee yang juga pemimpin oposisi sekaligus kritikus pemerintahan Narendra Modi.
Pemerintah federal lantas mengeluarkan keterangan resmi bahwa pembekuan rekening MoC merupakan permintaan badan amal terkait. [Mohamad Deny Irawan]






















