New Delhi, Gontornews — Pemerintah India, Selasa (28/02/2023), mengeluarkan peringatan gelombang panas di sejumlah besar negara bagian untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah pusat mendesak negara-negara bagian untuk bersiap mengelola setiap lonjakan penyakit terkait kenaikan suhu panas.
Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD) mengatakan gelombang panas di dalam negeri mungkin terjadi pada bulan Maret hingga Mei.
“Suhu minimum bulanan di atas normal kemungkinan besar terjadi selama bulan Maret di sebagian besar India kecuali semenanjung selatan India. (Wilayah tersebut) mungkin mengalami suhu minimum normal hingga di bawah normal,” kata IMD dalam sebuah pernyataan yang disadur Reuters.
Tahun lalu, pejabat dari otoritas terkait memperingatkan bahwa negara di Asia Selatan itu akan lebih sering mengalami gelombang panas di masa depan. Suhu rata-rata, bahkan selama musim hujan, telah meningkat dalam dua dekade terakhir.
India mengalami bulan Maret terpanas dalam lebih dari satu abad tahun lalu. Mereka juga mengalami suhu yang luar biasa tinggi pada bulan April dan Mei juga, terutama karena perubahan iklim. Pemerintah mengatakan gelombang panas umumnya terjadi antara bulan April dan Juni.
“Suhu telah mencapai titik tertinggi yang tidak biasa di beberapa tempat di negara ini,” kata Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan.
“Penyimpangan substansial dari suhu normal yang diharapkan tahun ini juga dilaporkan di beberapa negara bagian atau distrik,” sambungnya.
Pada Senin (27/02/2023), ibu kota New Delhi mencatatkan suhu maksimum 32,3 derajat Celcius atau lebih tinggi tujuh derajat dari suhu normal tahun ini. Karenanya, pemerintah mengarahkan otoritas kesehatan di seluruh negeri untuk menerapkan rencana tindakan kesehatan terkait suhu panas.
Aturan ini mengharuskan fasilitas kesehatan untuk memastikan kehadiran staf medis dan kesehatan yang memadai, ketersediaan obat esensial, cairan infus, kompres es dan peralatan kesehatan yang lain.
Tidak hanya itu, pemerintah juga meminta fasilitas kesehatan untuk melakukan pengawasan harian dan mencatat kasus dan kematian terkait panas. [Mohamad Deny Irawan]






















