Jakarta, Gontornews — Indonesia mengecam aksi pelecehan Alquran yang terjadi dalam demonstrasi anti-Islam di Norwegia dan Swedia. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyebut pelecehan Alquran di negara Skandinavia tersebut merupakan tindakan provokatif dan melukai umat muslim dunia.
“Beberapa rangkaian tindakan atau aksi pembakaran dan perusakan Alquran di Swedia dan Denmark serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo. Indonesia mengecam keras semua tindakan ini,” kata Menlu Retno dalam video konferensi yang diterima detik, Jumat (4/9).
Retno menambahkan jika tindakan itu berpotensi memecah hubungan harmonis antarumat beragama di dunia. Aksi pelecehan kitab suci umat Islam tersebut juga dinilai bertentangan dengan nilai demokrasi.
“Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia,” sambugnya.
“Semua tindakan ini bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi dan berpotensi menyebabkan perpecahan antarumat beragama di tengah dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi Covid-19,” ujar Retno.
Rasmus Paludan, politisi Denmark anti-Islam, menginisiasi demonstrasi anti Islam di Malmo Swedia. Demonstrasi yang diadakan pada Jumat (28/9) tersebut berakhir rusuh setelah sebelumnya juga menginisiasi pembakaran Alquran.
Selain Swedia, demonstrasi anti Islam serupa juga terjadi di Norwegia. Seorang pendemo melakukan aksi meludahi Alqur’an, Ahad (30/8). Demonstrasi anti-Islam di Norwegia diselenggarakan oleh organisasi Stop Islamisation of Norway (Stopp islamiseringen av Norge/SIAN), di Oslo.
Tidak lama berselang, majalah satire asal Perancis, Charlie Hebdo, juga menodai Islam dengan menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW, Rabu (2/9). Penerbitan ulang karikatur Nabi oleh Charlie Hebdo dimaksudkan untuk menandai persidangan awal iniden penembakan di kantor Charlie Hebdo di Paris pada Januari 2015 silam. [Mohamad Deny Irawan]


















