Jakarta, Gontornews — “Indonesia sebagai negara sahabat dan negara besar sudah sepantasnya berada bersama Sri Lanka dalam menghadapi situasi sulit ini,” kata Presiden RI Joko Widodo saat melepas secara simbolis pengiriman kontainer bantuan kemanusiaan berupa 5.000 metrik ton beras kepada rakyat Sri Lanka.
Pemberian bantuan ini merupakan permintaan langsung Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena melalui Duta Besarnya di Jakarta.
Pemerintah Sri Lanka membutuhkan bantuan ini untuk menghadapi situasi kerawanan pangan akibat kekeringan berkelanjutan yang terburuk dan terparah sejak awal tahun 1970-an yang melanda sebagian besar wilayah di negeri itu.
Indonesia terus aktif dalam diplomasi kemanusiaan untuk membantu negara sahabat yang memerlukan. Diplomasi kemanusiaan ini merupakan bagian diplomasi Indonesia untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia.
Acara pelepasan hibah beras secara resmi ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Menko PMK, Menteri Luar Negeri, Sekretaris Kabinet, Menteri BUMN, Kepala Staf Kepresidenan dan Dirut BULOG.
Indonesia dan Sri Lanka telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1952 dan merupakan founding members Konferensi Asia – Afrika. Pemberian bantuan hibah beras ini meneguhkan kembali eratnya persahabatan tersebut.
Presiden Sri Lanka direncanakan akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) yang akan diselenggarakan di Jakarta, 5-7 Maret 2017, sekaligus melakukan Kunjungan Kenegaraan pada tanggal 8 Maret 2017. [Yuzaq Ardian/Al Hafidh]



















