Jakarta, Gontornews – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menargetkan 255.250 panel surya terpasang di daerah-daerah pulau 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) pada tahun 2018 mendatang. Selain tenaga Surya, pemerintah juga menggunakan tenaga mikrohidro sebagai sumber energi penghasil listrik.
“Masih ada sebanyak 2.519 desa di Indonesia setelah 72 tahun merdeka tidak ada listriknya. Target pemerintah 2017 itu akan dipasang solar panel di seluruh rumah-rumah di desa itu kurang dari 100 ribu rumah dipasang. Tahun 2018 ada 255.250 rumah akan dipasang solar panel,” kata Jonan, Ahad (6/8).
Dalam 2 tahun ini, kata Jonan, bertekad untuk menerangi seluruh desa tersbeut dengan pengoptimalan potensi energi setempat seperti tenaga surya maupun tenaga mikrohidro.
Jonan menyebut ada sekitar 11.000 desa di Idonesia yang memiliki fasilitas listrik ala kadarnya saja.
“Melistriki desa-desa yang belum berlistrik memerlukan empati besar, untuk berbagai rasa dengan semua anak bangsa itu,” ungkap mantan Menteri Perhubungan tersebut.
Lebih lanjut, Jonan mengatakan bahwa pemerintah akan ‘mati-matian’ merealisasikan target pengaliran listrik demi mengurangi ketimpangan antar masyarakat.
“Tahun 70-an Pak Harto meresmika jalan tol jagorawi, itu orang yang tinggal di Papua, yang tinggal di Pulau Seram, di maluku, di Miangas di Pulau Rote enggak tau ada jalan tol jagorawi di jakarta, sekarang di Jakarta ada apapun juga itu dipotret pake Handphone dikirim pakai WA selesai.”
“Karena teknologi informasinya kini luar biasa, ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial yang luar biasa.”
“Maka dari itu, program kelistrikan nasional ini mati-matian harus dilakukan pemerintah, paling kurang itu bisa menikmati listirk dengan yang dibutuhkan. Karena listrik ini adalah peradaban, kalau tidak ada listrik itu peradabannya pasti pelan,” pungkas Jonan. [Mohamad Deny Irawan]




















