Jakarta, Gontornews -– Dua ormas islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah menargetkan pengembangan pendidikan islam. Menurut Pengaush Pondok Pesantrn Tebu Ireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid, pendidikan islam di Indonesia saat ini tertingal jauh dari pendidikan umum.
“Kita sadar ketertinggalan kita itu sudah luar biasa dibanding negara-negara lain, bahkan umat yang lain.”
“Namun, kita telah melakukan upaya yang luar biasa untuk mengejar ketertinggalan itu dan akan memberikan dampak yang sangat positif bagi kemajuan umat islam,” ungkap adik kandung Gusdur tersebut saat mengisi pengajian bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengusung tema ‘Islam dan Indonesia: Mencari format dan strategi baru’ di Jakarta, Jum’at (4/8).
Dalam pemaparannya, Gus Sholah menyebut mutu sekolah islam tertinggal. Dari 100 sekolah SMA dan Aliyah terbaik berdasarkan hasil UNBK, hanya ada 2 Aliyah dan 1 SMA islam, sementera 42 sekolah lainnya diisi oleh SMA negeri dan sekolah Kristen dan Katolik.
Saat ini, baik NU maupun Muhammadiyah tengah mengembangkan sekolah islam berbasis sains. NU mengembangkan sekolah berbasis trend sains di Pesantren Tebu Ireng, Jombang sedangkan Muhammadiyah mengembangkan sekolah sainsnya di Sragen.
“Kita harus menguatkan pendidikan islam untuk menyiapkan generasi kita berpuluh-puluh tahun ke depan.”
“Ekonomi islam perlu menjadi bidang garapan umat islam ke depan. Saat ini sudah banyak pondok pesantrenyang sukses dalam bisnis mengembangkan amal usaha agar bisa bersaing dengan ekonomi kapitalis,” pungkasnya sambli menekankan pada pentingnya peran politik serta ekonomi umat islam. [Mohamad Deny Irawan]



















