Jakarta, Gontornews — Menindaklanjuti hasil rekomendasi dari Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 di Pekalongan pada 19 – 21 September 2019, Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) akan menyelenggarakan lokakarya Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) pada 20 – 21 Februari 2020.
Ketua Induk BTM Achmad Suud menjelaskan, pada saat Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 lalu terdapat point rekomendasi vital yang menegaskan untuk meningkatkan peran dan fungsi BTM sebagai Pusat Keuangan Muhammadiyah dan strategi berkelanjutan keuangan mikro.
Untuk itu induk BTM bersama kekuatan komponennya akan terus membangun tatakelola manajemen bisnis baru sebagai bagian dari itjihad ekonomi sekaligus menjawab tantangan industri digital 4.0. “Rekomendasi itu sekaligus untuk menjawab tantangan kedepan dalam pengembangan jaringan BTM,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Gontornews, Selasa (4/2).
Pentingnya membangun tatakelola nasional, kata Ketua Induk BTM itu, tak lepas dari keinginan BTM untuk memiliki Good Cooperative Governance (GCG) sebagai mana corporate culture di institusi perusahaan.
Hal itu sangat urgent ketika Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan Pedoman Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) untuk semua AUM, untuk menjawab tantangan BTM ke depan menuju sebuah korporasi koperasi umat Islam.
Selain itu adanya regulasi dari Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam bentuk Surat Edaran Nomor 004/B/G/2017 tentang pengembangan BTM satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) satu BTM yang selama ini diterjemahkan dalam sosialisasi Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) menjadikan BTM harus punya tatakelola manajemen nasional yang terintegrasi.
“Dengan demikian keberadaan BTM benar – benar memberikan dampak terhadap percepatan konsolidasi ekonomi Muhammadiyah dalam rangka meneguhkan pilar ketiga Muhammadiyah,” terang Suud.
Untuk diketahui lokakarya GMM di Yogyakarta tersebut rencananya akan dihadiri oleh para peserta dari jaringan BTM nasional dari berbagai daerah dan dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Anwar Abbas.
Kemudian acara itu diselingi dengan diskusi nasional dengan para narasumber seperti A. Iskandar Zulkarnain (Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji), Achmad K Permana (Dirut Bank Muamalat Indonesia), Muhammad Nadrattuzaman Hosen (DSN – MUI Institute), Arif Safari ( Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan – PP Muhammadiyah), Indra N Fauzi ( Dewan Pengawas Induk BTM), Triyono (BTM Institute).
Di ujung acara nanti pada 21 Februari 2020, akan diselenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk BTM serta rekomendasi dari Induk BTM baik secara internal untuk disampaikan di Muktamar Muhammadiyah ke – 48 di Surakarta nanti dan kepada eksternal sebagai masukkan untuk kebijakan publik bagi pemerintah dalam mengembangkan keuangan mikro di Indonesia.
“Dengan demikian di acara lokakarya GMM tersebut kami berharap memilki dampak dan manfaat terhadap pengembangan BTM secara nasional dan sekaligus sebagai bagian dalam dakwah amar ma’ruf dibidang ekonomi,”tukas Suud. []




















