New Delhi, Gontornews — Badan Intelejen dan Otoritas Keamanan India memperingatkan seluruh penjaga pantai dan petugas di dua pelabuhan utama India, yaitu: Pelabuhan Mundra dan Pelabuhan Kandla, untuk memperketat keamanan di sekitar pelabuhan. Peringatan ini didasarkan atas informasi yang diperoleh badan intelejen bahwa Pakistan akan melakukan serangan bawah air ke kedua pelabuhan vital milik India tersebut.
Pengelola Pelabuhan Kandla mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dari pihak intelejen. Mereka pun telah menginstruksikkan personel keamanan untuk meningkatkan keamanan di sejumlah objek vital pelabuhan.
“Kami telah meninjau situasi dan telah menginstruksikan personel keamanan untuk meningkatkan keamanan di objek vital dan daerah-daerah yang dianggap rentan,” kata sekretaris pengelola pelabuhan Kandla di Gujarat, India, Venu Gopal, sebagaimana dilansir Reuters.
Pun dengan Pelabuhan Mundla yang juga telah memperketat keamanan di sekitar pelabuhan. “Kami telah memberi tahu pemangku kepentingan di pelabuhan,” kata juru bicara Pelabuhan Mundra, Adani.
Sementara itu, juru bicara militer Pakistan dan Kementerian Luar Negeri India menolak untuk mengomentari beredarnya informasi dari pihak intelejen tersebut. Namun, sebuah sumber dari Pakistan mengatakan bahwa laporan tersebut tidak benar.
“India berusaha mengalihkan perhatian dunia dari Kashmir,” kata sumber anonim itu.
“Tidak ada gerakan seperti itu,” tambah sumber tersebut.
Sebagai informasi, Pelabuhan Mundra yang berada di Teluk Kutch, merupakan pelabuhan swasta terbesar di India yang berkontribusi hampir seperempat pergerakan kargo di India. Sedangkan Pelabuhan Kandla merupakan pusat utama kargo untuk minyak mentah dan komoditas pertanian utama di India. [Mohamad Deny Irawan]



















