London, Gontornews — Kelompok aktivis iklim, Heathrow Pause, berencana untuk menerbangkan drone untuk mengganggu salah satu bandara terbesar di Eropa, Heathrow Airport di London mulai 13 September 2019 mendatang. Aksi berbahaya bagi penerbangan ini dilaksanakan sebagai upaya mendesak pemerintah Inggris untuk mengambil langkah tegas demi mengurangi emisi karbon.
Selain menerbangkan drone, sejumlah pilot maskapai British Arways dikabarkan juga akan melakukan mogok demi mendukung aksi yang dilakukan oleh komunitas Heathrow Pause.
“Ini adalah tindakan simbolis dengan menggunakan celah hukum dan pengorbanan peserta untuk menarik perhatian terhadap krisis paling serius dan sangat mendesak yang pernah dihadapi oleh manusia,” ungkap pernyataan sikap kelompok sempalan dari komunitas aktivis iklim, Extinction Rebellion tersebut.
Reuters melansir bahwa mereka ‘hanya’ akan menerbangkan drone setinggi kepala mereka dan memberi informasi kegiatan tersebut satu jam sebelum melakukan aksi kepada otoritas bandara Heathrow di London. Meski, otoritas bandara Heathrow menyebut bahwa tindakan ini kontraproduktif, mereka memastikan akan mendukung kampanye tersebut dan memastikan penerbangan tidak terganggu.
“Kami setuju dengan kebutuhan tentang tindakan atas perubahan iklim. Ini adalah masalah global yang membutuhkan keterlibatan dan tindakan konstruktif. (Akan tetapi) mengganggu penumpang dan melanggar pidana penerbangan merupakan tindakan kotraproduktif,” kata juru bicara bandara Heathrow London.
Di sisi lain, pihak kepolisian London akan mengerahkan segala daya untuk menghentikan aksi tersebut. “Membahayakan keselamatan sebuah pesawat adalah pelanggaran yang sangat serius yang dapat mengakibatkan hukuman penjara untuk masa waktu yang panjang,” kata Wakil Asisten Komisaris Laurence Taylor.
Namun, otoritas bandara Heathrow menginformasikan bahwa para peserta siap melakukan tindakan berbahaya tersebut dan masuk penjara. “Semua peserta tahu bahwa mereka berisiko ditangkap dan dipenjara. Mereka (bahkan) siap ditangkap secara sukarela,” pungkas pernyataan dari otoritas bandara Heathrow London. [Mohamad Deny Irawan]



















