Jakarta, Gontornews — Perusahaan pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir, menempatkan ibukota Indonesia, Jakarta, sebagai kota paling tercemar di dunia pada Rabu, 9 Agustus 2023. IQAir juga mencatat bahwa Jakarta secara konsisten menempati posisi 10 besar kota paling tercemar secara global sejak Mei.
Perusahaan tersebut juga mengungkap bahwa polusi udara di kota berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa itu ‘tidak sehat’ hampir sepanjang hari.
“Saya pikir situasinya sangat mengkhawatirkan,” kata Rizky Putra, seorang warga Jakarta kepada Reuters TV.
“Banyak anak yang mengeluh sakit dan menunjukkan gejala yang sama seperti batuk dan pilek,” sambungnya.
Sebagai solusi, Presiden Indonesia Joko Widodo, Senin (07/08/2023), justru menyarankan pemindahan beban ke Ibu Kota Negara Nusantara (IKN). mantan Walikota Solo itu juga mendorong pembangunan transportasi massal seperti MRT, LRT hingga kereta cepat di Jakarta.
“Salah satu solusinya adalah mengurangi beban Jakarta, sehingga nanti digeser ke Ibu Kota Nusantara,” kata Presiden Jokowi di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir Antara.
Tetapi, pernyataan Jokowi tentang solusi polusi udara di Jakarta mendapatkan respons beragam, salah satunya dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi. Secara khusus, Walhi menyayangkan solusi pindah IKN oleh Jokowi.
“Kami menyayangkan pernyataan dangkal yang berusaha menyederhanakan masalah itu keluar dari seorang presiden yang pernah menjadi Gubernur Jakarta,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Suci Fitriah Tanjung kepada Tempo.
Plt Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mendorong masyarakat Jakarta untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke bertenaga listrik. “Soal industri-industri, sudah bergeser keluar kota Jakarta tetapi masih ada yang mengakibatkan pencemaran udara. itu dari kendaraan roda dua dan roda empat,” ucap Heru.
Heru menegaskan pemerintah provinsi terus menambah kendaraan bus bertenaga listrik dalam beberapa tahun ke depan. Dalam catatan 1,5 tahun terakhir, jumlah kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang masuk ke Jakarta mengalami peningkatan.
Terakhir, Heru menambahkan pemerintah Jakarta juga mengadakan program menanam pohon setiap Jumat. Gerakan yang sudah berlangsung selama satu tahun terakhir itu berhasil menanam lebih dari 35 ribu pohon, dengan perincian 15 ribu pohon dan 20 ribu pohon berbuah.
“Kami sampaikan, pemerintah daerah tidak lepas tanggung jawab,” tutup Heru. [Mohamad Deny Irawan]






















