London, Gontornews — Pasca serangan bom yang terjadi di Brussel akhir Maret lalu, Islamophobia di Inggris kembali meningkat. Hal tersebut disampaikan Dinda Intan Pramesti, salah satu Mahasiswa asal Indonesia.
Perempuan yang akrab dipanggil Dintan tersebut menjelaskan, serangan bom yang terjadi dua pekan lalu masih menyisahkan rasa takut bagi warga Inggris khususnya yang berada di Ibu Kota Belgia tersebut. Namun tidak sedikit juga yang membela.
Menurutnya, kebanyakan korban adalah perempuan berjilbab atau berhijab. “Biasanya di jalan di bus atau di kreta, mereka yang kena bully perempuan berkerudung, mereka tiba-tiba memaki-maki,” Kata Dintan kepada Majalah Gontor.
Bahkan, kata dia, tidak jarang mereka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan secara fisik hingga terjatuh ke tanah. Setelah membully, para Islamophobia akan bercerita dan membagikan pengalaman membully mereka ke media sosial.
“Mahasiswa Indonesia juga ada kena bully mereka, tapi hanya sebatas verbal tidak sampai fisik,” tambahnya.
Selain itu, biasanya untuk mengantisipasi hal buruk terjadi pada Mahasiswa Indonesia maupun Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Inggris, Keduataan Besar RI sudah memberikan peringatan agar berhati-hati saat akan keluar rumah, “Dan kalau bisa jangan keluar sendirian,” ungkapnya.
Sementara itu, kantor berita Foxnews melansir, tersangka serangan bom sudah ditangkap otoritas setempat. Tersangka yang diduga bernama Mohamed Abrini tersebut ditangkap setelah dirinya tertangkap kamera pengawas saat serangan bom terjadi.
“Pihak berwenang tertarik pada siapa pun yang mungkin telah difilmkan bersama pria itu,” jelas Jaksa Federal Belgia Eric Van der Sypt. [Devi Lusiana]






















