Jakarta, Gontornews — Menteri ESDM Sudirman Said berkeinginan untuk tidak menaikkan harga BBM hingga Hari Raya Idul Fitri 2016. “Kita juga akan melindungi masyarakat paling bawah agar tidak terpengaruh naik turunnya harga BBM,”katanya saat memenuhi undangan Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, Selasa (12/4) kemarin.
Menurut Said, adanya selisih antara harga BBM sekarang dengan harga keekonomisan dapat dijadikan sebagai dana bantalan apabila nantinya harga BBM naik. Apalagi trend harga minyak BBM saat ini yang terus berfluktuatif dan diperkirakan di Bulan Juni dan Juli, harga minyak dunia akan mengalami kenaikan.
“Dengan hitungan sekarang, kita punya harapan menghadapi lebaran tidak ada kenaikan BBM dan itu sangat membantu masyarakat luas. Diperkirakan harganya bertahan sampai akhir September, syukur-syukur hingga akhir tahun,” ungkap Menteri ESDM itu sebagaimana dilansir dalam laman resminya 13/4/2016.
Sebagai informasi bahwa pemerintah pada tanggal 1 April menetapkan Harga Jual Eceran (HJE) Premium seharga Rp 6.450/liter yang sebelumnya HJE ditetapkan di harga Rp 6.950/liter. Sementara menurut HJE perhitungan atau yang lebih dikenal dengan harga keekonomisan bahwa harga premium sebesar rp 5.700/liter. Sehingga dari perhitungan penetapan HJE sebenarnya ada selisih antara harga penetapan dengan harga keekonomisan sebesar rp 500/liter.
Meski begitu, yang terjadi selama ini, apabila harga BBM turun serta merta tidak diikuti juga oleh penurunan ongkos angkut atau harga-harga barang kebutuhan pokok. Namun sebaliknya jika harga BBM naik sedikit, maka harga akan naik. “Keadaan seperti ini, sangat merugikan khususnya bagi masyarakat golongan bawah dan ini juga sebagai alasan kenapa pemerintah tidak menetapkan harga BBM sesuai harga keekonomisan,”katanya. (Erul)






















