Oleh : Ahmad Sastra, Cendikiawan Muslim
Sebagai seorang muslim yang memiliki teladan agung, yakni Rasulullah, maka hendaknya selalu amar ma’ruf nahi mungkar. Selalu peduli atas nasib saudaranya seiman. Berani melawan berbagai bentuk kezoliman. Sebab bersabar itu atas ujian, sementara kezoliman harus dihentikan. Itulah pesan perjuangan para Nabi dan Rasul.
Allah mengutus para Nabi dan Rasulnya membawa misi agung bagi seluruh manusia. Misi agung diutusnya Rasul adalah untuk menyampaikan kabar gembira sekaligus peringatan. Rasulullah menyampaikan kabar gembira kepada manusia yang rela tunduk kepada apa yang telah diperintahkan oleh Allah lewat lisan RasulNya. Sebaliknya seorang Rasul akan memberikan peringatan kepada manusia akan ancaman Allah bagi manusia yang ingkar kepada perintahNya.
Karena itulah, maka para Rasul Allah memiliki tugas utama untuk dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak manusia kepada ketundukan kepada Allah dan mencegah manusia keingkaran kepada Allah. Sebab telah menjadi sunnatullah adanya kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan serta kesalehan dan kemaksiatan. Manusia diberikan kebebasan untuk memilih diantara keduanya dengan segala konsekuensi yang mesti diterimanya.
Rasulullah adalah teladan bagi umatnya. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah’. Ayat ini menegaskan bahwa salah satu cara meneladani Rasulullah adalah dengan mengambil peran dakwah amar ma’ruf nahi mungkar sebagai misi utama Rasulullah.
Oleh karena itu seorang muslim yang meneladani Rasulnya harus menentukan sikap yang tegas terhadap berbagai kemungkaran, kezoliman dan kecurangan yang terjadi di dunia. Seorang muslim harus menunaikan amanah dakwah dalam arti mengajak manusia kepada Islam serta mencegah segala bentuk perilaku yang menjauhkan dari Islam.
Rasulullah sendiri telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,’ Barang siapa diantara kalian melihat perkara mungkar, maka cegahlah dengan tangannya (kekuasaannya), apabila tidak mampu, cegahlah dengan lisan, dan apabila tidak mampu juga, bencilah dengan hati, yang demikian itu selemah-lemahnya iman’
Dalam pandangan Islam, keimanan mewakili sebuah kebajikan, kekafiran mewakili kemungkaran dan kemunafikan mewakili kemungkaran dalam bentuk yang lain. Dalam menyikapi kemungkaran seorang muslim selalu berupaya mencagahnya, sementara seorang munafik lebih memilih diam saat dihadapkan kepada kemungkaran. Orang munafik biasanya berada di tengah-tengah antara keimanan dan kemungkaran. Sikap diam ini biasanya disebat dengan sikap netral.
Sikap munafik yang berposisi sebagai netral dengan sikap diam terhadap kemungkaran sangat dilarang dalam Islam. Sebab seorang muslim harus dalam sikap yang jelas terhadap kemungkaran, yakni mencegahnya. Sikap diam berarti tidak memiliki sikap yang jelas.
Terhadap sikap diam karena jiwa kemunafikan ini Rasulullah mengancam dengan menyebutnya sebagai kaum munafik. Sebab sikap netral cenderung tidak mau mengambil resiko dan hanya ingin aman untuk dirinya sendiri. Sementara misalnya agamanya dihina, Rasulnya dilecehkan bahkan kaum muslimin dianiaya. Maka, sikap diam terhadap semua itu adalah sikap tercela.
Abu Ali Ad Daqaq Rahimahullah mengatakan bahwa siapa manusia yang diam saja tidak membela kebenaran, maka dia adalah setan bisu. Ungkapan ini menegaskan makna bahwa diam terhadap kebatilan dan tidak membela kebenaran adalah sebuah kebisuan. Sementara setan adalah gambaran kejahatan. Setan bisu maknanya diam sebagai sikap tercela.
Karena itu seorang muslim harus mengambil sikap yang jelas yakni membela kebenaran dan mencegah kemungkaran sebagaimana sikap para Nabi dan Rasul agar tidak disebut sebagai orang munafik atau setan bisu.
Saat kita melawan kecurangan yang jelas-jelas ada di depan mata. Dibawah pemimpin zolim, Allah sedang menguji kita, apakah akan menjadi pejuang atau memilih menjadi pecundang.
Untuk para cendekiawan, ulama, guru, petani, buruh dan emak-emak. Ayo bergerak dan melawan, jangan jadi setan bisu.





















