Jakarta, Gontornews — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, tidak mungkin umat Islam melakukan makar, apalagi kudeta terhadap Presiden Jokowi.
Dalam talkshow di Kompas Tv dengan pemandu Rosiana Silalahi, Gatot mengatakan sebagai bagian dari ummat Isl dirinya tersinggung jika ada yang mengatakan Aksi Bela Islam sebagai tindakan makan.
Aksi-aksi 411, 212, 313 terbukti aman dan damai. Tidak ada kaitannya dengan makar atau kudeta. Menurut Gatot, tidak masuk akal jika ada pikiran ummat Muslim merusak tatanan negara yang didirirlannya dulu. Jauh sebelum ada TNI, laskar-laskar Islam berjihad memerdekakan NKRI. “Masa kini dituduh mau kudeta,”” tegasnya.
Panglima TNI memaparkan bahwa Indonesia adalah bangsa patriot. Ormas terbesar, Muhammasiyah berdiri 1912 dan NU tahun 1926, begitu pun SI dan SDI berdiri jauh sebelum ada TNI. Merekalah tiang dan tonggak kemerdekaan.
Isu makar, menurut Panglima TNI, adalah berita hoaks untuk menalut-nakuti saja.
Pemikiran dan nalar yang masih sangat sehat dari seorang Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo tentang Aksi Bela Islam untuk menuntut keadilan agar penista agama dipenjarakan.
Mengapa pemikiran-pemikaran seperti ini jamak sekali adanya pada TNI…? Mengapa pemikiran ini jarang sekali ada pada Kapolri serta jajarannya…?
Bila anda menjawab, ini karena dia (Panglima) seorang muslim, anda salah total. Sebagai contoh yang lain adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo bukanlah seorang Jenderal Muslim, tetapi beliau memiliki pemikiran dan nalar kebangsaan yang juga sangat sehat. Bahkan seorang Suryo Prabowo sering kali melontarkan pemikiran-pemikiran kerakyatan yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan membela pribumi.[DJ]




















