Srinagar, Gontornews — Ribuan tentara dan paramiliter terlibat dalam operasi besar di Kashmir yang dikuasai India, di mana pemberontak bersenjata berulang kali menyerang pasukan pemerintah dalam beberapa pekan terakhir.
Polisi mengatakan, pasukan pemerintah telah mengepung setidaknya 20 desa dalam operasi yang diluncurkan pada hari Kamis (4/5) di Distrik Shopian di daerah selatan Himalaya yang disengketakan.
“Ini adalah operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata wakil inspektur jenderal polisi SP Pani kepada kantor berita AFP.
“Tidak mungkin untuk menangkap militan, tapi kami berharap akan ada kontak senjata dengan mereka sepanjang hari,” paparnya.
Pemberontak diduga sering tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan di Kashmir, namun jarang ditangkap hidup-hidup.
Saksi mata mengatakan ratusan warga keluar ke jalan di dua desa, Sug dan Tarkwangan, selama operasi pencarian dan melemparkan batu ke tentara tersebut.
Tentara juga menyerang rumah-rumah di desa dengan tongkat dan bebatuan. “Itu menakutkan, banyak rumah rusak,” kata penduduk desa yang tak mau disebutkan namanya melalui telepon seperti dikutip Aljazeera.
Saksi mata mengatakan, helikopter tentara melayang di atas wilayah tersebut saat operasi pencarian berlangsung.
Kashmir telah dibagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947, namun keduanya mengklaim wilayah tersebut secara keseluruhan.
Kelompok pemberontak telah berpuluh-puluh tahun melawan sekitar 500.000 tentara India yang ditempatkan di wilayah tersebut, menuntut kemerdekaan atau penggabungan seluruh wilayah Kashmir dengan Pakistan. [Rusdiono Mukri]




















