Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang kembali mengeluarkan kebijakan guna membatasi penyebaran infeksi virus Covid-19, Rabu (25/11). Kali ini, Jepang berencana untuk memperpendek waktu operasi bar dan restoran.
Ibu kota Jepang, Tokyo, mencatatkan penambahan kasus baru infeksi Covid-19 harian hingga 500 kasus. 51 diantaranya terkonfirmasi kasus dengan gejala Covid-19 serius.
Peningkatan ini lantas berimbas pada kebijakan pemerintah untuk membatasi waktu operasi restoran dan bar hingga pukul 10 malam saja. Pembatasan ini, lansir Reuters, akan berlaku mulai Sabtu (27/11) hingga 18 Desember 2020 mendatang.
Secara teknis, Komite pemerintah Tokyo akan bertemu dengan otoritas terkait untuk membahas langkah-langkah pencegahan infeksi virus Covid-19. Secara terpisah, panel ahli juga berencana untuk menyampaikan masukannya kepada pemerintah nasonal pada Rabu (25/11) malam waktu setempat.
Selain membatasi jam operasi bar dan restoran, Pemerintah Jepang juga menghentikan kampanye promosi “Go To Travel” untuk tujuan Kota Sapporo dan Osaka.
Program ini menawarkan diskon tarif hotel yang menjadi bagian upaya pemulihan ekonomi Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga. Program ini lantas mendorong sejumlah kritikus mengeluarkan pendapat atas kebijakan Suga pada masa pandemi. Para kritikus menyebut virus tersebut berpotensi menyebarkan virus Covid-19 dari kota besar ke pedesaan.
Tak hanya Sapporo dan Osaka, Pemerintah Tokyo juga mempertimbangkan kebijakan serupa. Mereka juga berencana untuk menghentikan kampanye terpisah yang menawarkan subsidi untuk perjalanan di ibu kota. [Mohamad Deny Irawan]




















