Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang mengonfirmasi penurunan harga inti konsumen, Jumat (18/12). Penurunan ini terjadi akibat pandemi Covid-19. Pemerintah Jepang pun terancam mengalami deflasi yang membuat kebijakan stimulus ekonomi Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, terhapus.
Pelemahan harga inti konsumen ini akan membuat bank sentral Jepang, Bank of Japan, mengadakan pertemuan untuk menentukan peninjauan suku bunga dalam dua hari terakhir. Harga konsumen inti Jepang menurun 0,9 persen pada November dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi dalam empat bulan secara beruntun atau yang tercepat sejak September 2010 silam.
Pemerintah menjelakan bahwa penurunan tersebut disebabkan kampanye diskon perjalanan pemerintah serta pelemahan harga energi global. Akibatnya, permintaan domestik dalam menahan harga dan upaya pemulihan ekonomi pascapandemi juga menjadi lesu.
βKebangkitan inflasi akan membuat orang-orang tetap di rumah. Penurunan pembayaran bonus musim dingin yang diharapkan akan mencegah kenaikan konsumsi,β ungkap Kepala ekonomi dari Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami, kepada Reuters.
βHarga konsumen akan terus jatuh menjelang tahun 2021,β imbuhnya.
Ekonomi Jepang sempat tumbuh dalam rentang Juli-September karena ekspor dan konsumsi pulih dari pukulan pandemi. Namun, analis memperkirakan pemulihan ekonomi akan melandai seiring dengan peningkatan infeksi Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.
Pada Selasa (15/12), kabinet Jepang menyetujui paket stimulus senilai 708 dolar AS guna mempercepat pemulihan ekonomi yang terguncang akibat pandemi. Pemerintah juga berencana untuk mengeluarkan anggaran senilai 1,03 triliun dolar AS untuk tahun fiskal berikutnya demi mempertahankan dukungan pemerintah terhadap perusahaan dan rumah tanga yang terdampak pandemi. [Mohamad Deny Irawan]





















