Tokyo, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Jepang mengonfirmasi kematian pertama warganya akibat virus korona. Korban diketahui adalah seorang wanita berusia 80 tahun yang tinggal di prefektur Kanagawa yang berbatasan langsung dengan Tokyo.
Dengan demikian, korban tewas akibat virus korona di luar Cina bertambah menjadi 3 orang. Sebelumnya, Filipina dan Hong Kong mengonfirmasi masing-masing kematian pertama akibat virus yang menewaskan lebih dari 1.300 orang tersebut.
Selain mengonfirmasi kematian pertama, pemerintah Jepang juga mengonfirmasi dua supir taksi yang positif tertular virus korona. Pemerintah menduga bahwa kedua supir tersebut tertular virus mematikan tersebut dari interaksinya dengan penumpang yang terlebih dahulu terinfeksi.
Temuan ini juga meningkatkan kemungkinan bahwa virus asal Wuhan tersebut menular dari manusia ke manusia.
Sejauh ini, Jepang menjadi negara di luar Cina dengan infeksi korona tertinggi. Jepang mengonfirmasi 251 kasus virus asal Wuhan tersebut dengan 1 korban meninggal dunia. Peningkatan drastis kasus korona di Jepang disebabkan adanya dugaan penyebaran virus korona di atas kapal pesiar, Diamond Princess, yang bersandar di Tokyo, beberapa waktu terakhir.
Dalam penjelasannya, Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengatakan bahwa sang wanita tua tersebut sempat dirawat pada Januari. Tidak lama setelah dirawat, wanita tersebut menunjukkan gejala-gejala seperti Pneumonia sebelum akhirnya meninggal dunia, Kamis (13/2).
Kato menambahkan bahwa kondisi terkini penumpang kapal pesiar Diamond Princess akan menjalani karantina untuk 14 hari mendatang. Namun, Kato mengatakan bahwa bahwa kapal pesiar tersebut akan diizinkan untuk keluar dari Jepang mulai 19 Februari mendatang atau kurang dari 14 hari masa inkubasi.
Pengkarantinaan kapal pesiar berkapasitas 2.670 orang tersebut dilakukan setelah salah seorang penumpang pria turun di Hong Kong dan terdiagnosa virus korona sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang.
Menurut keterangan media Jepang, sebagaimana dilansir Reuters, 80 persen penumpang kapal pesiar tersebut berusia 60 tahun atau lebih dengan 215 penumpang berusia 80 tahun dan 11 penumpang lainnya berusia 90 tahun.
Yang terbaru, Jepang mengonfirmasi 44 kasus baru virus korona yang ditemukan di kapal pesiar. Walhasil, jumlah pasien tertular virus korona di Jepang melonjak hingga 218 orang dan saat ini ditangani secara intensif oleh petugas terkait. [Mohamad Deny Irawan]




















