Wuhan, Gontornews — Wabah coronavirus Cina terus menelan korban. Sampai kamis petang, dilaporkan telah 1.367 tewas dan 59.805 terinfeksi COVID-19.
Menyusu tajamnya angka kematian dan kasus coronavirus, Otoritas Cina mengganti hampir semua pejabat teras di Provinsi Hubei. Pada Rabu jumlah korban tewas bertambah 242 orang. Angka ini lebih dari dua kali lipat jumlah hari sebelumnya dan harian tertinggi korban sejak wabah dimulai.
Akibatnya, pada Kamis jumlah kematian bertambah menjadi 1.367 . Provinsi Hubei dan ibu kotanya, Wuhan, menjadi sentral tempat infeksi yang sekarang dikenal sebagai COVID-19.
Berbagai upaya dilakukan, termasum memperbarui metode diagnosa dan metode tindakan klinis. Alih-alih berkurang, jumlah korban dan infeksi malah menjadi lebih tinggi. DIlaporkan lebih dari 14.800 kasus baru infeksi setelah mengadopsi metode klinis baru untuk mendiagnosis virus. Jumlah yang terinfeksi di seluruh Cina naik menjadi hampir 69.000 (59.805).
Setidaknya 25 negara telah mengkonfirmasi kasus dan beberapa negara telah mengevakuasi warganya dari Hubei. Tiga kematian telah dicatat di luar daratan Cina – satu di Hong Kong, satu di Filipina, dan yang terbaru di Jepang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan virus tersebut sebagai “ancaman besar” bagi dunia, dengan ketua Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan virus itu bisa memiliki “konsekuensi yang lebih kuat daripada tindakan teroris apa pun”.[dj]





















