Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang menetapkan status darurat Covid-19 bagi Kota Tokyo dan prefektur Osaka hingga 31 Agustus mendatang. Pada Jumat (30/7/2021), Tokyo melaporkan 3.300 kasus baru setelah sehari sebelumnya mencatatkan rekor kasus harian Covid-19 dengan 3.865 kasus.
Lonjakan kasus Covid-19 harian tersebut telah membebani sistem kesehatan Jepang dengan kapastias rumah sakit Tokyo melonjak hingga 64 persen.
Menteri Ekonomi Jepang, Yasuthoshi Nishimura, menyampaikan laporan kepada panel ahli serta mengajukan rencana penetapan status darurat Tokyo dan Okinawa Selatan. Nishimura pun menyebut peningkatan kasus ini belum mencapai puncak dan berpeluang untuk meningkat dalam beberapa hari mendatang.
“Situasinya sangat parah,” kata Nishimura kepada parlemen. Reuters melansir Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, akan mengumumkan penetapan status darurat Tokyo pada hari Jumat waktu setempat.
Jepang telah berusaha untuk menghindari masuknya wabah Covid-19 yang sangat menghancurkan. Namun, maraknya penyebaran varian Delta telah membuat penambahan kasus Covid-19 harian mencapai lebih dari 10.000 kasus. Untuk pertama kalinya, kasus harian Covid-19 di Jepang mencapai 10.687 kasus pada Kamis (29/7/2021).
Negeri matahari terbit tersebut telah memberlakukan serangkaian penetapan status darurat untuk wilayah Tokyo dan sekitarnya. Berbeda dengan negara lain yang menetapkan penguncian ketat, penerapan status darurat di Jepang bersifat sukarela dan tanpa pemaksaan.
Menteri Kesehatan Jepang, Norihisa Tamura, melaporkan kondisi penyebaran Covid-19 di negaranya telah mencapai ke tahap yang ‘sangat menakutkan’. Meskipun pergerakan dan mobilitas warga tidak meningkat, namun varian Delta, yang sangat menular, menjadi faktor utama peningkatan kasus harian.
“Saya pikir orang tidak dapat melihat ke depan dan mengkhawatirkan berapa lama situasi ini akan berlangsung. Mereka merasa tidak tahan dan khawatir tidak dapat kembali ke kehidupan normal sehari-hari,” ungkap Tamura. [Mohamad Deny Irawan]




















