Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Kamis (11/8/2022), sepakat dengan badan kesehatan dunia, WHO, untuk membentuk organisasi baru yang fokus pada penguatan sistem perawatan kesehatan di negara-negara berkembang. Rencananya, organisasi ini akan diluncurkan pada pertemuan kelompok 7 (G7) di Hiroshima, Jepang Barat.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui bahwa Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, sepakat untuk mendirikan organisasi itu di Jepang. Nantinya, organisasi ini akan berada di bawah naungan WHO dan bertugas untuk mempromosikan cakupan kesehatan universal.
Pada tahun 2012, WHO mengesahkan resolusi untuk cakupan kesehatan universal karena setengah populasi dunia tidak memiliki akses perawatan kesehatan dasar. Kyodo News menjelaskan bahwa organisasi ini akan meningkatkan kesadaran tentang cakupan kesehatan universal. Tidak hanya itu, organisasi ini juga akan menginisiasi kerja sama antar negara untuk mencegah penyebaran penyakit menular semisal Covid-19.
WHO menganggap keberhasilan sistem asuransi kesehatan nasional Jepang telah meningkatkan harapan hidup masyarakat menjadi lebih panjang. Karena itu, WHO berharap Jepang mau berbagi manfaat dari keberhasilan sistem itu untuk badan baru yang mereka rencanakan.
Namun, beberapa ahli mempertanyakan Jepang sebagai pembawa bendera organisasi baru tersebut. pasalnya, cakupan kesehatan universal di Jepang sedang mendapatkan kritik karena sistem jaminan sosialnya tengah berjuang dengan penurunan angka kelahiran. [Mohamad Deny Irawan]



















